Megawati: Saya Paling Nggak Suka Sama Buzzer
·waktu baca 2 menit

Ketua Dewan Pengarah BRIN yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bercerita dirinya tak suka buzzer. Ia mengaku pernah diserang buzzer.
"Saya paling nggak suka lho sama buzzer," kata Megawati di acara "Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM-BRIN" di UGM, Rabu (1/10).
Megawati kemudian bercerita soal pengalamannya pernah menjadi korban buzzer. Saat itu dia dituduh menjual Pulau Sipadan-Ligitan. Padahal itu tak pernah ia lakukan.
"Katanya ibu Mega sampai jual pulau namanya Sipadan dan Ligitan. Pengecut kamu ya," katanya.
"Buat apa aku jual," jelasnya.
Lanjut Megawati saat itu dia dibela dengan data oleh seseorang. "Dia bela saya dengan data," bebernya.
Kerap Ucapkan Merdeka
Dalam kesempatan itu, Megawati bercerita soal dirinya jadi pembicara pertama pada Dialog Peradaban Global yang digelar di Wisma Tamu Negara Diaoyutai, Beijing, di hadapan perwakilan 144 negara.
"Waktu saya bilang di Beijing itu pidato saya ditepuk (tangan) ketika saya bilang Indonesia tetap konsekuen didalam menolong yang namanya Palestina untuk menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat," katanya.
Dia pun mengajak para peserta di UGM untuk merasakan ketika tidak ada merdeka dan berdaulat. Ini pula alasan Megawati kerap mengucapkan soal merdeka.
"Jangan kamu lupa dan jangan kamu sombong," jelasnya.
"Hanya karena sering kali anak muda bilang kepada saya "Ibu ngapain ngomong merdeka-merdeka? kita udah merdeka". Betul kamu sudah merdeka? Kamu tahu arti merdeka?," ucap Megawati.
