Megawati: Saya Sama Presiden Baik-baik Saja, Emang Kenapa?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati di Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jumat (10/1/2020).  Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi dan Ketum PDIP Megawati di Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jumat (10/1/2020). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri mengaku sempat disinggung hubungannya dengan Presiden Jokowi. Megawati mengatakan, ada pihak yang menyebut hubungannya dengan Jokowi renggang.

Megawati menegaskan, hubungannya dengan Jokowi baik-baik saja.

"Tadi sebelum ke sini enggak tahu siapa, ngomong, mengatakan saya tidak ini (baik) sama presiden," kata Megawati saat menyampaikan pidato dalam penyerahan duplikat bendera pusaka di Jakarta, pada Senin (5/8).

Lho enaknya, saya sama presiden baik-baik aja, emang kenapa?

--Megawati

Presiden Joko Widodo (kiri), Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri (kedua kanan), berjalan bersama usai pertemuan tertutup di Istana Merdeka. Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Ketua Umum PDIP ini menyinggung ada pihak yang menuding hubungannya dengan Jokowi renggang imbas menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

"Hanya karena saya dikatakan saya enggak mau dikatakan 3 periode, katanya saya enggak mau perpanjangan saya tahu hukum," ucap Megawati.

Presiden ke-5 RI ini sudah bertanya kepada ahli tata negara. Hasilnya, perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode melanggar aturan konstitusi.

"Mana ahli hukum? Itu ranah konstitusi saya enggak punya hak katakan boleh atau tidak itu mesti MPR karena apa? Dari presiden sumur hidup waktu reformasi diubah TAP MPR-nya, saya tanya ahli tata negara, TAP-nya masih berlaku? Yes," kata Megawati.

Megawati mengatakan, dirinya berbicara kebenaran. Konstitusi jelas melarang perpanjangan masa jabatan presiden jadi 3 periode.

"Saya enggak mau republik ini rusak oleh orang Indonesia yang sudah enggak merasa harus gotong-rotong, enggak ada nama bhineka tunggal ika.Bagaimana, kalian mau jadi elite aja?" kata Megawati.