Megawati Sebut Nama Penyidik Rossa Purbo yang Periksa Hasto, Ini Kata Ketua KPK

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat menyebut nama penyidik KPK bernama Rossa Purbo Bekti dalam pidatonya di Sekolah Partai PDIP. Rossa adalah penyidik yang memeriksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terkait kasus Harun Masiku.

Menanggapi itu, Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut bahwa Rossa bekerja atas dasar surat perintah penyidikan (Sprindik).

"Kasatgas Sidik Rossa itu tidak bekerja secara personal. Yang bersangkutan bekerja atas dasar sprindik yang diperintahkan Pimpinan," kata Nawawi kepada wartawan, Senin (8/7).

Ketua KPK Nawawi Pomolango di Konferensi Pers Kinerja 2023 dan Arah Kebijakan 2024, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia pun menegaskan bahwa dirinya meminta Rossa tetap melanjutkan tugasnya tanpa memedulikan ucapan pihak lain.

"Saya telah meminta ke Deputi Penindakan dan Direktur Sidik agar meminta Kasatgas Rossa tetap melanjutkan kerja-kerjanya sesuai sprindik yang diberikan kepadanya tanpa harus menanggapi segala hal yang bisa mengganggu kerja-kerjanya," ujar dia.

"Kami Pimpinan yang bertanggung jawab atas kerja-kerja para Kasatgas sidik," sambungnya.

Sementara Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, menegaskan bahwa pihaknya tak ada unsur politik dalam penanganan perkara korupsi. Termasuk pemeriksaan Hasto terkait Harun Masiku.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (kedua kiri) melambaikan tangan saat tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/6/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Sudah berulang kali kami sampaikan bahwa KPK dalam melakukan penanganan perkara korupsi, tidak pernah pimpinan, ya, dari sisi kebijakan pimpinan tidak pernah menyinggung afiliasi politik para pihak yang kemudian menjadi tersangka atau sedang diperiksa," ucap Alex saat ditemui wartawan di Gedung Juang KPK.

"Nah, itu penegakan yang sekali lagi kami sampaikan. Bisa dipastikan dari kebijakan pimpinan, kita tidak melihat atau mengaitkan penanganan perkara di KPK dengan afiliasi politik tertentu," lanjut dia.

Sebelumnya, Megawati menyinggung nama Rossa dalam pidatonya saat memperpanjang masa jabatan pengurus DPP PDIP di Sekolah Partai, Jakarta, Jumat (5/7) lalu.

"Siapa sih yang manggil kamu, tanyain namanya, namanya Rossa, hayo tulis tuh kamu (wartawan). Ibu bilang yang manggil Pak Hasto namanya Rossa," tutur Megawati.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menghadiri pengambilan pengucapan sumpah janji jabatan pengurus DPP PDIP. Foto: Dok PDIP

"Enak aja emangnya siapa die, hehe, betul, enggak? Iya, orang dia manusia juga gile. Nanti pasti kalau sudah kedengaran ini beritanya sudah bla bla hehe terus pasti 'gimana cara manggil Bu Mega, ya' bla bla, ya gue panggilin seluruh ahli hukum, mau ikut saya?" imbuh dia.

Megawati pun menantang Rossa untuk menghadap dirinya.

"Saya berani kalau umpamanya suruh datang Rossa hadapi aku. Lah iya gile, orang KPK yang bikin KPK itu saya," tuturnya.

"Gile deh panggil die aja, pangkatnya opo? Opo iki baru letkol aja belum jenderal," tandas Megawati.