Megawati: Sekarang Hukum Vs Hukum, Kejadian di MK, KPK, KPU

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato pada Rakernas V hari ke-3 di Ancol, Jakarta, Minggu (26/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato pada Rakernas V hari ke-3 di Ancol, Jakarta, Minggu (26/5/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menilai bahwa kondisi Indonesia saat ini memprihatinkan. Ia menyatakan, saat ini di Indonesia hukum melawan hukum. Dia pun menjelaskan pernyataan tersebut.

"Hukum itu sekarang versus hukum. Hukum yang mengandung kebenaran, berkeadilan, melawan hukum yang dimanipulasi. Ini padahal hukum dan hukum," kata Megawati dalam acara penutupan Rakernas V PDIP di Beach City Internasional Stadium, Jakarta Utara, Minggu (26/5).

Megawati mengatakan hal tersebut terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lantas, dia mengkritik KPU yang seharusnya netral.

"Ini kejadian di MK, di KPK, terus di KPU. Heran saya. KPU. Loh iya loh. Kok enggak ngerti saya, kok bisa nurut gitu, padahal Komisi Pemilihan Umum, kan harusnya dia pasti luber, pasti jurdil, jadi apa? netral, eh enggak [netral] haduh pusing dah," ujar dia.

Peserta penutupan Rakernas PDI di Jakarta Utara, Minggu (26/5/2024). Foto: Dok. Youtube PDI Perjuangan

Presiden kelima RI itu juga mengkritisi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Menurutnya, lembaga itu seharusnya menjadi wasit. Malah tidak ada gaungnya pada Pilpres 2024.

"Bawaslu, mana denger saya semprit. Enggak ada. Kan mustinya sempritnya tuh keras banget kan, prat prit prat prit, apalagi [Pilpres] yang kemarin. Mestinya prat prit prat prot gitu kan, hehe enggak ada, sepi sunyi sendiri, haha bener apa enggak? gawat," terang dia.

Lebih jauh, Megawati meminta agar semua hal tersebut diperbaiki untuk kesehatan demokrasi ke depannya.

"Nah jadi ayo dibenerin dah supaya apa sih? Sebagai penopang sehatnya kehidupan demokrasi. Lah, susah susah loh," tandas dia.

Hadir dalam penutupan Rakernas, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua DPP Partai dan Ketua DPR Puan Maharani, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Para menteri PDIP, seperti Mensos Tri Rismaharini, Menteri PPPA Bintang Puspa Yoga, MenPANRB Abdullah Azwar Anas.

Ada pula Ganjar Pranowo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat ini, penutupan Rakernas PDIP masih berlangsung.