Megawati Singgung Peristiwa Kudatuli: Sampai Hari Ini Ada Korban Belum Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik saat perayaan HUT ke 52 PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/1/2025). Foto: Youtube/PDI Perjuangan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik saat perayaan HUT ke 52 PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Jumat (10/1/2025). Foto: Youtube/PDI Perjuangan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung peristiwa serangan kepada DPP PDIP atau yang dikenal sebagai peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1966.

Hal itu disampaikannya dalam pidato di HUT ke-52 PDIP.

“Coba deh tolong ingat waktu Kudatuli, saya dengar sampai hari ini (korban) belum ditemukan,” kata Megawati di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Jumat (10/1).

Sebelum mengungkapkan hal tersebut, Presiden ke-5 itu sempat bercerita soal ia bertemu dengan mama-mama dari Nabire. Kata dia, mama-mama tersebut membelanya apabila Megawati diganggu.

“Saya kan kaget tahu-tahu melihat media, ibu-ibu dari Babire. Lah saya gak pernah nyuruh-nyuruh eh, nanti dipikir saya yang nyuruh, mereka kan yang itu tanda tangan pakai darah,” ungkapnya.

“Iya loh saya bilang, ih kok gak ada yang ngasih tahu sama saya ya, ‘jangan coba ganggu mama, karena kalau saya kalau di timur dipanggilnya mama. Mama Mega, maka akan berhadapan dengan kita’,” ujarnya menirukan ucapan mama-mama itu.

Sebagai informasi, Kudatuli merupakan peristiwa diserangnya Kantor Pusat PDI pada 27 Juli 1996. Kerusuhan itu di Kantor Pusat DPP PDI kemudian meluas ke beberapa ruas jalan di Jakarta seperti Salemba.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM, terdapat 5 orang yang meninggal dunia, 149 orang terluka, dan 23 orang hilang dalam peristiwa itu.