Megawati Tunjuk 2 Jubir Resmi PDIP: Ahmad Basarah dan Ronny Talapessy

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Ronny Talapessy berbincang dengan wartawan terkait pengungkapan pelanggaran Pilkada Serentak 2024 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (11/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional Ronny Talapessy berbincang dengan wartawan terkait pengungkapan pelanggaran Pilkada Serentak 2024 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (11/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali mengeluarkan instruksi partai. Kali ini, instruksi itu tertuang dalam surat tugas nomor 3429/ST/DPP/II/2025.

Seperti dilihat kumparan, surat itu terbit pada Senin (24/2) dan ditandatangani langsung Megawati.

Megawati menunjuk 2 pengurus DPP menjadi juru bicara resmi PDIP. Mereka adalah Ahmad Basarah dan Ronny Talapessy.

  • Basarah menjabat Ketua DPP PDIP dan Ketua Fraksi PDIP MPR RI

  • Ronny menjabat Ketua DPP PDIP

Sebagai jubir, Basarah dan Ronny harus menyampaikan informasi dan pandangan resmi partai kepada publik, media dan pihak terkait.

"Dalam memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan isu politik, dan sikap partai wajib berkoordinasi serta melaporkan setiap perkembangannya kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri," tulis salah satu poin surat tugas tersebut.

kumparan sudah menghubungi Basarah dan Ronny terkait penugasan ini, namun belum direspons.

Wasekjen DPP PDIP Perjuangan, Ahmad Basarah Foto: Garin Gustavian/kumparan

Sebelumnya, Megawati mengeluarkan surat bernomor 7294 /IN/DPP/II/2025 pada Kamis (20/2) malam. Instruksi itu terbit setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditahan KPK.

Megawati mengeluarkan 2 poin instruksi penting untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP.

Berikut instruksi tersebut:

  1. Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retreat di Magelang pada 21-28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum.

  2. Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call.