Megawati Ucapkan Selamat HUT ke-96 NU: Terus Sebarkan Ahlus Sunnah Waljamaah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampil di layar saat menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT Ke-49 PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampil di layar saat menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT Ke-49 PDIP di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2022). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menghadiri peringatan Harlah ke-96 Nahdlatul Ulama yang digelar secara hybrid. Dalam sambutannya, Megawati mengucapkan selamat kepada NU dan berharap organisasi Islam terbesar di Indonesia ini terus menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

"Sekali lagi, saya ucapkan hari lahir Nahdlatul Ulama. Teruslah menyebarkan ahlus sunnah waljamaah dan Islam yang rahmatan lil alamin, serta meneguhkan komitmen kebangsaan," kata Megawati, Sabtu (12/2).

Megawati pun bersyukur kedekatan PDIP dan NU masih terus terjalin dengan erat hingga saat ini.

"Alhamdulilah kedekatan kaum nasionalis dan kaum religius hingga kini masih berjalan dengan erat. Begitu pun hubungan PDI Perjuangan dan Nahdlatul Ulama sangat dekat dan selalu beriringan," tuturnya.

Pemimpin Partai Nasional Indonesia, Sukarno, berpidato di depan rapat umum 200.000 orang di Makassar. Foto: AFP

Megawati kemudian mengingat kedekatan sang ayah, Sukarno, dengan sejumlah kiai NU. Bahkan, Megawati mengungkapkan Bung Karno pernah diberi gelar Walliyul Amri Addharuri Bi As Syaukah dari NU.

"Gelar yang merupakan dukungan besar warga Nahdliyin di Surabaya pada tahun 1954," ungkapnya.

Ia berkomitmen kedekatan Bung Karno dengan warga Nahdliyin akan ia teruskan bersama kader dan simpatisan PDIP. Megawati yakin PDIP dan NU dapat terus berjalan beriringan untuk saling membantu mengatasi persoalan kebangsaan.

"Karena saya sangat yakin jika PDI Perjuangan dapat terus berjalan beriringan dengan Nahdlatul Ulama, maka segala ancaman kebangsaan kita pasti bisa diatasi. Hal tersebut tentunya juga dapat menciptakan hal-hal baik yang luar biasa pada saat ini dan di masa yang akan datang," pungkasnya.