Mekeng: Bila Airlangga Tak Diambil Prabowo, Mending Dukung RK dengan Ganjar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto (kiri) menyerahkan KTA Partai Golkar pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat pertemuan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (18/1/2023). Foto: Reno Esnir/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto (kiri) menyerahkan KTA Partai Golkar pada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat pertemuan Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (18/1/2023). Foto: Reno Esnir/Antara Foto

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng menyebut Golkar harus realistis terkait masa depannya di Pilpres 2024 mendatang. Sebab, hingga saat ini belum ada kepastian siapa sosok yang akan menjadi bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto.

Diketahui, hasil musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar mengamanatkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto agar menjadi capres/cawapres.

“Airlangga harus rasional kalau enggak diambil sama Prabowo, lebih baik dukung RK (Ridwan Kamil) sama Ganjar agar Golkar tetap dapat porsi di pemerintahan yang akan datang,” kata Mekeng saat dihubungi, Kamis (14/9).

Mekeng menyebut mengenai cawapres Golkar tak memaksakan harus Airlangga. Ia mengatakan Airlangga harus realistis bila tak dipilih Gerindra sebagai bakal cawapres karena ada nama Ridwan Kamil yang memiliki potensi lebih kuat dan masuk ke dalam salah satu bursa bakal cawapres dari Ganjar Pranowo.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng, Jakarta, Senin (24/6). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

“Jadi Airlangga pun harus realistis kalau dia enggak diterima oleh Gerindra oleh koalisinya ya harus berpikir realistis untuk partai bukan untuk dia pribadi,” ujar dia.

“Kalau ada kader potensial yang bisa didukung ya mendingan dukung kader potensial jadi cawapres dong. Jadi enggak kosong kosong, Golkar ini kan mesin besar, harus realistis,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mekeng menilai pertemuan antara Megawati dan Emil pun bukan tanpa pertimbangan. Menurutnya, Emil memiliki basis yang kuat di Jawa Barat yang akan mengisi kekosongan Koalisi partai pengusung Ganjar Pranowo.

“Dia kan mantan Gubernur Jawa Barat, artinya dia mempunyai Dapil yang jelas, Pak Ganjar kan punya Dapil Jawa Tengah, Ridwan Kamil punya Dapil Jawa Barat,” ungkapnya.

“Jadi kalau lihat hitung-hitungan politik ya, ini sangat menguntungkan. Maksudnya kalau enggak dikasih cawapres, masa Golkar jadi pendukung Prabowo melulu dari 2014 sudah dukung, kalah terus sekarang suruh dukung lagi,” tutup dia.