Melawan Neo-Nazi di Charlottesville Lewat Lagu Michael Jackson

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Michael Jackson (Foto: Facebook @michaeljackson)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Jackson (Foto: Facebook @michaeljackson)

Skin head, dead head Everybody gone bad Situation, aggravation Everybody allegation

In the suite, on the news Everybody dog food Bang bang, shot dead everybody gone mad

Lirik itu berasal dari lagu Michael Jackson berjudul ‘They Dont Care About Us’ yang dirilis dalam album History-Past, Present and Future tahun 1995 lalu. Pesannya mungkin sudah lama, tapi konteksnya masih sangat relevan, terutama bila dikaitkan dengan kejadian di Charlottesville, Virginia, beberapa hari lalu.

Dikutip dari Genius, lagu ini salah satu lagu yang memiliki lirik paling kontroversial yang pernah dinyanyikan Michael. Suaranya keras dan lantang menolak perlakuan diskriminasi terhadap kulit hitam, kekerasan aparat dan rasisme.

Lewat lirik yang tajam dan keras, Michael mengajak semua orang untuk melawan semua bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Meski ada juga beberapa orang yang skeptis terhadap Michael dengan lagu ini.

video youtube embed

Terlepas dari liriknya, video klip lagu ini pun menuai kontroversi. Satu versi awal yang berlatar belakang penjara, kabarnya dilarang muncul di stasiun televisi karena terlalu banyak menggambarkan kekerasan. Video lain yang lebih banyak beredar luas adalah versi yang diambil di Brasil.

X post embed

Video versi penjara itu kini kembali beredar luas di media sosial, setelah muncul bentrokan antara kubu Neo-Nazi dan kelompok komunitas anti-supremasi kulit putih di Virginia, AS. Satu orang pendukung anti-supermasi kulit putih tewas karena ditabrak oleh pendukung Neo-Nazi bernama James Alex Fields Jr.

All I wanna say is that They don’t really care about us All I wanna say is that They don’t really care about us

Beat me, hate me You can never break me Will me, thrill me You can never kill me Jaw me, sue me Everybody do me Kick me, kike me Don’t you black or white me

Sepanjang hidupnya, Michael pernah mengalami berbagai perlakuan rasis. Pada tahun 1981, dia pernah disetop oleh polisi saat mengendarai mobil Rolls Royce. Polisi tak percaya mobil itu milik Michael hanya karena dia berkulit hitam.

Pada awal tahun 1980-an juga Michael pernah dipukuli setelah disebut ‘nigger’ dan dituduh mencuri dan masih banyak lainnya.

Tak heran, Michael selalu bersuara lantang saat menyangkut isu diskriminasi. Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan hal yang sangat menyentuh:

“I don’t understand racism. We are all the same and I have the perfect hypothesis to prove it. I play to all those countries and they cry in all the same places in my show. They laugh in the same places. They become hysterical in the same places. They faint in the same places and that’s the perfect hypothesis. There is a commonality that we are all the same.”

Michael Jackson (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Jackson (Foto: Flickr)

Hitam-putih Michael Jackson

Mungkin ada di antara Anda yang bertanya, kenapa Michael Jackson berusaha mengubah warna kulitnya bila memang menolak supremasi kulit putih? Pertanyaan ini sudah sering ditanyakan, dan sudah berulang kali pula dijawab oleh sang Raja Pop.

Saat muncul di Oprah, Michael menjelaskan dia memiliki penyakit bernama vitiligo, sebuah kelainan di kulit yang membuatnya kehilangan pigmen.

Michael Jackson. (Foto: Instagram/michaeljackson)
zoom-in-whitePerbesar
Michael Jackson. (Foto: Instagram/michaeljackson)

Seorang pakar kebudayaan Afrika-Amerika Neal pernah menyebut, kulit Michael Jackson boleh berubah, tapi hatinya tidak.

“Pekerjaannya selalu berhubungan dengan komunitas kulit hitam di AS dan dunia,” ucap Neal kepada CNN.

Kini, dengan makin meruncingnya kembali isu rasisme di AS, mungkin ada baiknya kita kembali mengenang lirik-lirik Michael Jackson sebagai pengingat.