Melepas Kepergian Aminah, 'Fatmawati' dari Tidore

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aminah Penjahit Bendera Merah Putih Pertama di Indonesia Timur. (Foto: Twitter/@aiyalee)
zoom-in-whitePerbesar
Aminah Penjahit Bendera Merah Putih Pertama di Indonesia Timur. (Foto: Twitter/@aiyalee)

Salah seorang tokoh sejarah kemerdekaan asal Tidore, Maluku Utara, bernama Aminah Sabtu dikabarkan meninggal dunia dalam usia 91 tahun pada Sabtu (21/7). Aminah merupakan perempuan pertama di Indonesia Timur yang menjahit bendera merah putih.

Menurut keterangan anak sulung Aminah, Hi Gani Hamid, ibunya itu mengembuskan nafas terakhir di kediamannya di Kelurahan Mareku, Tidore, karena sakit yang dideritanya. "Sakit yang dialami selama ini dan juga mungkin karena faktor usia," kata Gani, seperti dikutip dari Antara, Senin (23/7).

Gani yang juga Kepala Kelurahan Mareku itu mengatakan Aminah dimakamkan di pemakaman Mareku pada Sabtu pukul 09.40 WIT atau 07.40 WIB. Pemakamannya dihadiri oleh Pemerintah Kota, Kodim 1505 Tidore, Jajaran Polres, Kesultanan Tidore, tokoh adat Mareku, sampai penduduk setempat.

Aminah Sabtu atau yang dikenal dengan sapaan Nenek Bendera ialah seorang 'Fatmawati Tidore' karena berinisiatif menjahit bendera merah putih RI sejak usianya masih 18 tahun. Fatmawati Soekarno sendiri ialah ibu negara pertama yang sekaligus dikenal akan jasanya dalam menjahit bendera merah putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada 17 Agustus 1945.

Bendera jahitan Nenek Bendera itu lalu dikibarkan oleh sekelompok pemuda pejuang di Tanjung Mareku, Pulau Tidore, pada 18 Agustus 1946. Sejak itu, setiap perayaan hari nasional seperti Hari Kemerdekaan, Hari TNI, dan Bhayangkara, Aminah selalu mendapatkan penghargaan atas jasanya. Kini kepergiannya menyisakan rasa kehilangan yang mendalam bagi masyarakat Tidore, dan Malut pada umumnya.

Bagaimana tidak, Nenek Bendera sudah berjasa dalam menyebarkan kebaikan, memupuk rasa persaudaraan, dan membela negara. Salah satu ucapan duka disampaikan oleh TNI Angkatan Darat lewat akun Twitternya.

"Turut berduka atas kepergian ibu Aminah. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Amin," cuitnya.

embed from external kumparan
embed from external kumparan