Melihat Atap Halte Kemanggisan yang Keropos: Penumpang Khawatir Roboh

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi atap penampang yang sudah keropos di Halte Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi atap penampang yang sudah keropos di Halte Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Deretan penumpang tampak menanti bus di Halte Transjakarta Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11) pagi.

Beberapa tampak terburu-buru, sebagian menunggu bus yang lebih sepi agar tak ikut berdesakan. Namun satu hal tak bisa dihindari dari pandangan, atap penampang halte yang sudah keropos dan tak lagi utuh.

Di bagian atas, lis-lis karet yang melindungi atap itu tampak sudah lepas. Bahkan ada bagian seng yang hilang sehingga yang terlihat hanya rangka besinya.

Kondisi atap penampang yang sudah keropos di Halte Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Kondisi besi pun tak lagi kokoh, terlihat berkarat, sebagian tampak keropos dan menggantung seolah siap jatuh kapan saja. Pada momen tertentu, lis karet pelindung atap itu bahkan tampak hampir menyentuh badan bus yang berhenti.

Maya (21), seorang pekerja toko yang setiap hari naik rute 10H, sudah lama memperhatikan kondisi itu.

“Udah lumayan lama sih. Seingat aku, aku juga udah kerja kan udah dua tahunan, jadi kayaknya itu dari situ juga udah agak keropos,” ucapnya saat ditemui kumparan di lokasi, Rabu (19/11).

Maya berangkat dari Slipi menuju Senen dan melewati halte ini setiap hari. Baginya, rasa khawatir bukan lagi sekadar prasangka.

“Iya, takut jatuh. Lumayan takut roboh juga. Karena kan udah keropos banget ya, gitu. Jadi takut tiba-tiba jatuh, kenain pengendara yang lain,” kata Maya.

Kondisi atap penampang yang sudah keropos di Halte Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Di sisi lain, keramaian pun menjadi pemandangan rutin di halte ini terutama pada jam sibuk. Penumpang berjejer menanti kedatangan bus, terutama rute 10H dan 9. Kepadatan tak selalu membeludak, tetapi pada waktu tertentu, arus penumpang terlihat menumpuk di area halte yang lumayan sempit.

Ega (24), pekerja di bidang purchasing yang naik rute 9 menuju Gunung Sahari, mengaku awalnya tak begitu menyadari kondisi atap halte. Namun situasi berubah ketika perhatian tertuju ke bagian atas.

“Aku sih nggak ngeh ini ya, apalagi kadang kalau di sini tuh karena emang sempit gini kan. Jadi itu kadang ramai, apa lagi kalau misalkan yang Pluit datang tuh, kayak ramai banget,” ujar Ega.

Kondisi atap penampang yang sudah keropos di Halte Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Setelah melihat lebih dekat, ia mulai ikut merasa khawatir, terutama saat musim hujan.

“Berbahaya mungkin ya, apalagi kan sekarang banyak hujan angin ya. Banyak pohon tumbang juga kan. Takutnya juga dampaknya kena orang yang di dalam sini,” kata Ega.

Harapan Revitalisasi dari Warga

Kondisi atap penampang yang sudah keropos di Halte Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (19/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Kondisi keropos di halte ini bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut keselamatan publik. Besi yang menggantung, lis yang tak lagi menempel kuat, dan seng yang hilang mengindikasikan perlunya evaluasi segera.

Penumpang lain, Lia (26), juga berharap ada perhatian lebih terhadap halte ini.

“Kalau bisa sih ya pemerintah boleh revitalisasi halte ini ya, karena kan ya ke satu juga sudah keropos kan. Ditambah juga supaya penumpang lebih aman gitu. Apalagi kan ada rencana tarifnya juga mau naik kan,” ungkap Lia.

Selain itu, Maya pun memiliki harapan serupa.

“Harus sih (direvitalisasi). Ini kan udah lama juga kayak gini. Biar kita penumpang juga lebih nyaman, soalnya bahaya. Semoga sih bisa segera dicek sama Transjakarta terus diperbaiki,” tutur Maya.