Melihat Bali yang Tetap Sepi Akibat Corona Meski Hari Raya Nyepi Telah Usai

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Bali sepi usai warga diimbau tetap di rumah usai Nyepi untuk mencegah penyebaran virus coronai. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Bali sepi usai warga diimbau tetap di rumah usai Nyepi untuk mencegah penyebaran virus coronai. Foto: Istimewa

Suhu udara di Bali cukup menyengat pagi ini, Kamis (26/3). Pukul 10.00 WITA saja telah mencapai 31 derajat celcius. Namun, angin sepoi berembus sejuk, mengurangi efek teriknya matahari.

Suasana semakin syahdu karena tak ada suara bising kendaraan di jalanan. Tak ada suara klakson bersahut-sahutan. Yang ada, suara alam dan sesekali pesawat terbang.

Suasana Pulau Dewata pagi ini tentu bukan tanpa alasan. Sekda Bali, I Made Indra, mengimbau warga tetap berada di rumah usai Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka 1942, Rabu (25/3).

Suasana Bali sepi usai warga diimbau tetap di rumah usai Nyepi untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: Istimewa

Saat Hari Raya Nyepi, seluruh aktivitas duniawi di Bali terhenti, seluruh umat Hindu berdiam diri di rumah.

Imbauan tetap berada di rumah ini diberlakukan usai Hari Raya Nyepi demi mencegah penyebaran virus corona. Menurut Indra, tingkat penyebaran virus corona di Bali cenderung meningkat.

"Imbauan ini ada pengecualian siapa yang keluar rumah, siapa yang bisa keluar rumah itu petugas TNI, Polri, ASN yang sedang bertugas, ambulans, petugas medis dan sebagainya," kata Indra saat konferensi pers melalui teleconference, Selasa (24/3) lalu.

"Penutupan jalan sudah dikomunikasikan dengan Bupati Gianyar, bahwa penutupan jalan ini hanya untuk masyarakat setempat di wilayah itu, tapi bagi jalur nasional seperti logistik misalnya dari Jawa-Bali-NTB itu tetap diizinkan," imbuhnya.

Suasana Bali sepi usai warga diimbau tetap di rumah usai Nyepi untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: Istimewa

Pantauan kumparan, Kamis (26/3), sejumlah lokasi di Bali sepi aktivitas warga dan turis. Warga tetap berada di rumah. Tak ada fasilitas publik yang beroperasi kecuali rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan kantor polisi.

Suasana Bali sepi usai warga diimbau tetap di rumah usai Nyepi untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto: Istimewa

Toko kelontong di pinggir jalan, pasar-pasar tradisional, supermarket hingga mal tutup. Jalur lalu lintas juga sepi. Hanya satu, dua mobil dan motor yang terlihat berlalu-lalang.

Sejumlah desa adat di Bali ikut mengambil peran. Pecalang atau aparat keamanan desa adat diturunkan mengawasi warga yang keluar rumah.

Pecalang berjaga di jalanan, mengimbau warga tetap di rumah usai Hari Raya Nyepi. Foto: Istimewa

Pecalang bersama polisi berjaga di setiap pintu masuk kabupaten, setiap sudut batas desa adat, dan berlalu lalang di jalanan desa. Pecalang akan menginterogasi setiap warga yang kedapatan bepergian dan berlalu lalang di jalanan.

Pecalang berjaga di jalanan, mengimbau warga tetap di rumah usai Hari Raya Nyepi. Foto: Istimewa

Sejauh ini, kasus pasien positif virus corona di Bali berdasarkan data Kemenkes hingga Rabu (25/3) siang berjumlah 9 orang. Mereka dirawat di ruang isolasi sejumlah rumah sakit rujukan.

kumparan post embed

--------------------------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!