Melihat Data Kasus Corona yang Sempat Turun 3 Pekan Lalu Naik Lagi, Waspada!

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lansia sedang pengecekan kesehatan sebelum vaksin. Foto: Gojek
zoom-in-whitePerbesar
Lansia sedang pengecekan kesehatan sebelum vaksin. Foto: Gojek

Pandemi virus corona masih terus berlangsung di Indonesia. Meski demikian, kabar baiknya gencarnya vaksinasi mulai beriringan dengan turunnya pertumbuhan kasus positif dalam beberapa minggu ke belakang.

Dalam 55 pekan penularan corona di Indonesia dari 2 Maret 2020 hingga 21 Maret 2021, puncak kasus corona pekanan terakhir paling tinggi berada di 25-31 Januari 2021 sebesar 89.052.

Setelah itu, kasus positif corona setiap pekan mengalami tren penurunan. Teranyar, kasus corona sempat menurun 3 pekan berturut-turut pada pekan 52, 53, dan 54.

Grafiknya dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

embed from external kumparan

Pada pekan ke-50 (8-14 Februari 2021) menuju ke pekan 51 (15-21 Februari 2021) pertumbuhan kasus corona naik dari 59.631 ke 61.185.

Pada pekan ke-52 (22-28 Februari 2021) pertumbuhan kasus corona tercatat turun menjadi 55.981. Pekan berikutnya atau pekan ke 53 (1-7 Maret 2021), kasus corona turun lebih banyak menjadi 45.028.

Berlanjut ke pekan 54, kasus corona turun kembali menjadi 39.793. Ini adalah angka pertumbuhan kasus corona pekanan terendah sejak periode 30 November - 6 Desember 2020 yang saat itu mencatatkan 41.350 positif.

Namun, kabar baik tak lagi mengikuti pada pekan 55 (15-21 Maret 2021). Pertumbuhan kasus corona naik lagi menjadi 40.729 setelah turun 3 pekan berturut-turut.

Tentu saja banyaknya kasus corona memang sedikit banyak dipengaruhi oleh jumlah tes. Dalam 6 pekan, grafik tes corona terlihat fluktuatif, atau naik-turun setiap pekannya.

embed from external kumparan

Dalam 6 pekan terakhir, periode 8-14 Maret 2021 atau pekan ke-54, jumlah tes merupakan yang tertinggi yakni 316.315. Meski demikian, kasus corona yang terdeteksi justru terendah.

Adapun pekan ke-55 atau periode 15-21 Maret 2021, tes corona turun ke angka 299.335. Namun, angka positif corona justru naik 40.729.

Kenaikan kasus setelah turun beberapa minggu berturut-turut ini pun mendapat sorotan Satgas COVID-19. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut harusnya penurunan tersebut dijaga bersama.

Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito Foto: Dok. BNPB

"Meskipun angkanya kecil namun tetaplah kenaikan kasus baru, yang seharusnya dapat kita jaga untuk selalu turun," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (23/3).

Ia menambahkan, di minggu ini pula terdapat tiga dari 5 provinsi, dengan penambahan kasus baru yang paling banyak, berasal dari Pulau Jawa.

"Secara urutan kenaikan kasus baru tertinggi diisi oleh DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah," tutup dia.

Infografik Waspada Strain Virus Baru COVID-19. Foto: kumparan