Melihat Gunungan Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Tumpukan sampah setinggi sekitar 6 meter tampak menggunung di tempat penampungan sementara (TPS) di dalam kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Gunungan sampah itu tepat berada di depan deretan lapak pedagang sayur, memicu bau menyengat yang tercium hingga ke dalam area pasar.

Pantauan kumparan di lokasi pada Minggu (29/3), tumpukan sampah itu dikelilingi pembatas kayu sederhana.

Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sampah yang menggunung tampak terdiri dari berbagai jenis, mulai dari plastik hingga boks-boks kayu. Namun, sampah didominasi limbah organik seperti sisa sayuran.

Sejak pagi, sejumlah truk terlihat datang silih berganti untuk membuang sampah ke TPS tersebut. Aktivitas ini membuat volume sampah terus bertambah.

Aroma busuk dari tumpukan sampah tercium kuat hingga ke dalam area pasar. Saat angin berembus, bau menyengat itu terbawa dan semakin menusuk hidung.

Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sejumlah pedagang dan warga sekitar mengaku terganggu dengan kondisi tersebut, salah satunya Sugiat (55).

Menurutnya, hal itu mengganggu karena lokasinya yang berdekatan langsung dengan aktivitas jual beli sehari-hari.

“Ya dampaknya ya mengganggu warga inilah, jelas baunya itu yang ini. Kalau yang punya penyakit bengek (asma) mah langsung ini, sesak napas gitu,” kata Sugiat saat ditemui di lokasi.

Suasana tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sugiat pun menyebutkan, sebaran bau sampah itu bisa tercium hingga ke permukiman warga.

“Ya sampai, sampai pemukiman belakang sampai (baunya). Ya kira-kira lah 100-an meter lah,” tuturnya.