Melihat Isi Restoran di Dalam Gua di Bali yang Ditutup Satpol PP
ยทwaktu baca 3 menit

Keberadaan restoran dalam gua di Bali tengah disorot warganet. Mereka mempertanyakan keamanan dan kelestarian gua tersebut.
Restoran ini bernama The Cave, terletak di kawasan resor mewah Hotel The Edge, Jalan Pura Goa Lempeh, Desa Adat Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Pantauan kumparan, Selasa (19/7), Hotel The Edge ini berdiri di atas tebing batu kapur setinggi 161,5 meter di atas tanah. Tebing ini juga dekat laut Bali bagian selatan.
Gua ini berada 10-15 meter dari pintu masuk hotel. Pihak hotel membangun sebuah tangga bundar melingkar sebagai pintu masuk-keluar ke gua.
Saat masuk tangga bundar, pengunjung akan disambut dengan peta Indonesia yang ditempel di dinding gedung. Di sisi kiri pada bagian dalam gedung dibangun sebuah tangga kayu berkelok menuju dasar gua.
Pada dinding gua di area tangga, terdapat sebuah tempat persembahyangan umat Hindu.
Begitu memasuki gua, suasana di dalamnya terasa lembab dan dingin, hawa yang biasa terasa di gua. Suasana juga agak gelap karena hanya diterangi lampu-lampu kuning yang ditempel di sebagian dinding gua.
Pada dasar gua dibuat lantai penyangga. Lantai tersebut juga diberi lampu putih untuk menonjolkan kesan mewah.
Pada bagian kiri dan kanan dibuat dapur set keramik. Pada bagian tengah diletakkan sebuah meja keramik besar dan di atasnya terdapat bunga raksasa.
Pada bagian tengah pojok, diletakkan sofa berbentuk setengah lingkaran dilengkapi 10 meja dan perlengkapan makan. Di balik sofa, pengunjung masih bisa melihat sisa kedalaman gua sekitar 1-2 meter.
Pada bagian kiri dinding gua, terdapat sebuah tangga berbahan keramik menuju area lantai dua gua. Area yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit ini memiliki luas sekitar 2 meter persegi.
Pengelola meletakkan satu set meja dan kursi di bagian pinggir. Pengelola juga membuat sebuah kolam kecil di area tersebut dengan alibi menampung tetesan air dari stalagmit dan stalaktit.
Financial Controller Hotel The Edge I Ketut Sumatra enggan mengungkapkan berapa persen modifikasi yang dilakukan untuk mendirikan restoran di dalam gua. Ia bahkan mengeklaim telah menggandeng peneliti untuk memastikan keamanan pengunjung.
Sumatra kembali tak mau membeberkan peneliti yang dimaksud.
"Saya lupa, tapi ada yang bisa menjelaskan," katanya.
Ia menambahkan, gua ini ditemukan pada tahun 2014 saat pelaksanaan proyek pembangunan vila. Tahun 2016, mereka melakukan modifikasi. Selanjutnya, Mei 2022 restoran The Cave resmi beroperasi.
Gua Alami
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Bali menilai gua ini terbentuk secara alami, gua memiliki luas 12 meter persegi. BPCP akan membentuk tim untuk meneliti asal muasal, bentuk, ukuran, hingga benda peninggalan yang berpotensi ditemukan di gua.
Pamong BPCP Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Made Warsika menilai modifikasi gua jadi restoran tanpa melapor ke Pemkab Badung sejatinya merusak asal muasalnya.
Satpol PP mengumumkan telah menutup restoran ini karena tidak memiliki izin operasional. Namun, pihak hotel berkukuh tetap buka sambil berkoordinasi dengan pihak Satpol PP.
"Sudut pandang kami dari pemerintah apa pun itu ada kepastian hukum terhadap usaha tersebut, bagaimana perizinannya sehingga kesimpulan kami adalah menghentikan sementara sampai ada kepastian hukum dari perizinan, lingkungan hidup, budaya yang menyatakan layak untuk digunakan," kata kata Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara.
