Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Melihat Jembatan Gantung Lapuk di Cianjur: Tiap Melintas Risikonya Terperosok
26 Februari 2025 11:31 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Masyarakat Desa Batulawang, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, harus berjuang bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung lapuk untuk beraktivitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Jembatan gantung yang kali pertama dibangun tahun 2000 itu membentang di atas Sungai Cikadu dan menjadi akses utama masyarakat sekitar.
Kondisi jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan tali kawat berkarat sebagai penyangga dan lembaran kayu lapuk sebagai alas rutin dilintasi masyarakat untuk membawa hasil bumi atau berangkat sekolah bagi para siswa yang tinggal di wilayah itu.
Seorang warga setempat, Dasep (50), mengatakan jembatan gantung yang berusia puluhan tahun itu kondisinya sudah sangat tidak layak dan membahayakan saat dilintasi.
"Dibangun sekitar tahun 2000, dan saat ini kondisinya sudah lapuk dan membahayakan saat dilintasi. Tapi ini akses utama warga untuk dapat sampai ke kota/kecamatan," kata Dasep, kepada wartawan, Rabu (26/2).
Dasep mengungkapkan, sejumlah tali kawat penyangga jembatan sudah berkarat dan putus, landasan jembatan yang terbuat dari kayu juga sudah lapuk dan banyak yang bolong.
ADVERTISEMENT
"Terpaksa, karena tidak ada lagi akses jalan, masyarakat harus ekstra hati-hati jika tidak risikonya akan terperosok jatuh ke aliran sungai yang debit air sewaktu-waktu deras," jelasnya.
Dasep berharap pemerintah daerah dapat segera membangun akses jembatan yang lebih layak dan permanen agar masyarakat aman dan nyaman saat beraktivitas.
Sekretaris Desa Batulawang, Ujang Diman, mengungkapkan, sedikitnya terdapat 40 kepala keluarga yang setiap hari mengakses jembatan gantung itu.
Ujang menyebutkan, pihaknya sudah berulangkali mengajukan pembangunan jembatan gantung itu melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini masih belum terealisasikan.
"Khawatir terjadi sesuatu, meskipun hingga saat ini masih aman. Tetapi, setiap dilintasi jembatan ini bergoyang cukup kencang. Kondisi tali kawatnya juga sudah banyak yang putus dan landasan jembatan sudah lapuk. Kita usahakan agar pembangunannya dapat segera dilakukan," imbuh Ujang.