Melihat Kalimalang yang Disulap Jadi Arena Panjat Pinang-Gebuk Bantal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana lokasi lomba gebuk bantal hingga panjat pinang untuk rayakan HUT ke-80 RI di aliran Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana lokasi lomba gebuk bantal hingga panjat pinang untuk rayakan HUT ke-80 RI di aliran Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Kawasan aliran Kalimalang di RW 04 Cipinang Melayu, Jakarta Timur, berubah wajah setiap Agustus. Bambu-bambu kokoh dipasang di tengah aliran air, menjadi arena lomba panjat pinang, titian bambu, hingga gebuk bantal.

Semua ini bagian dari acara Semarak Kalimalang, warisan nenek moyang yang menjadi tradisi warga sejak tahun 1930.

“Semarak Kalimalang ini sebenarnya warisan nenek moyang kita dari tahun 1930,” kata Subagyo, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 04 Cipinang Melayu sekaligus penanggung jawab acara saat ditemui, Jumat (15/8).

Suasana lokasi lomba gebuk bantal hingga panjat pinang untuk rayakan HUT ke-80 RI di aliran Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana lokasi lomba gebuk bantal hingga panjat pinang untuk rayakan HUT ke-80 RI di aliran Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia menceritakan tradisi ini sempat terhenti pada tahun 1942 akibat perang, lalu dihidupkan kembali pada tahun 1982. Kini, Semarak Kalimalang menjadi agenda tahunan warga untuk memperingati HUT RI.

“Wejangan dari para pendahulu itu, Semarak Kalimalang jangan sampai punah,” tutur Subagyo.

“Karena Semarak Kalimalang ini sudah tradisi warga di lingkungan RW 04. Makanya sampai saat ini, meskipun dengan dana seadanya, kita melaksanakan dari tahun ke tahun,” sambungnya.

Subagyo menyebut, acara tahun ini terasa berbeda. Ia terkejut ketika mendapat kabar dari Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro, soal sumbangan dari Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

“Menurut info dari Pak Lurah, berita Semarak Kalimalang ini sampai ke telinga Bapak Gibran. Pak Wapres berniat menyumbangkan sepeda, dan Alhamdulillah kemarin kami terima dua buah sepeda gunung,” ujar Subagyo.

Di luar dari itu, ada pula 4 unit televisi Android 32 inci, kulkas, coffee maker, seterika, dan berbagai hadiah hiburan lainnya yang merupakan hasil dukungan sponsor beberapa pihak.

Lomba di Atas Air, Keselamatan Tetap Utama

Ketua LMK RW 04 Cipinang Melayu sekaligus penanggung jawab acara Semarak Kalimalang, Subagyo, saat ditemui di Kantor RW 04 Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Arena lomba berada di aliran Kalimalang dengan kedalaman 1,5–2 meter. Panitia membagi kategori lomba berdasarkan usia dan kemampuan.

“Jadi untuk panjat pinang itu kita ambil remaja sampai dewasa. Dan satu syarat yang harus dipenuhi yaitu bisa berenang,” jelas Subagyo.

“Terus untuk titian bambu, kita adakan dari remaja ke bawah, ke anak-anak. Jadi kalau memang ada warga yang tidak bisa renang, itu khusus untuk titian bambu. Kita siapkan baju pelampung, jadi kalau kecebur pun dia akan langsung mengambang,” tambahnya.

Koordinasi dengan kelurahan, Damkar, BNPB, Puskesmas, hingga Polsek pun dilakukan demi kelancaran acara.

“Jadi sudah berkoordinasi antara tiga pilar. Damkar, BNPB, dan Puskesmas Kelurahan Cipinang Melayu untuk kesehatan,” jelas Subagyo.

“Kita sudah berkoordinasi juga, berkabar melalui Pak Lurah. Dengan Polsek Makasar, sekaligus Polsek Duren Sawit untuk mengatur lalu lintas,” sambung dia.

Dua Hari Penuh Kemeriahan

Suasana lokasi lomba gebuk bantal hingga panjat pinang untuk rayakan HUT ke-80 RI di aliran Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana lokasi lomba gebuk bantal hingga panjat pinang untuk rayakan HUT ke-80 RI di aliran Kalimalang, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (15/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Rangkaian akan dimulai pada 16 Agustus dengan senam massal, lomba anak-anak, hiburan musik, lalu lomba utama seperti panjat pinang, titian bambu, dan gebuk bantal khusus pengurus.

Puncaknya pada 17 Agustus, warga akan mengikuti upacara detik-detik Proklamasi sebelum kembali menggelar lomba dan hiburan.

“Kalau untuk rundown acara, jadi hari Sabtu itu besok pagi, itu tanggal 16 kita ada senam pagi massal. Terus dilanjutkan lomba untuk anak-anak, satu RW, lomba anak-anak. Nah terus diselingi dengan hiburan musik dan panggung. Siangnya jam 1, baru kita ada acara mulai panjat pinang yang pertama. Panjat pinang, titian bambu sama gebuk bantal itu hari yang pertama,” jelas Subagyo.

“Terus di tanggal 17-nya kita menghormati upacara detik-detik Proklamasi. Nanti pengurus-pengurus RW ada di sini, kita akan membunyikan sirine beberapa detik,” tambahnya.

Subagyo menyebut, tepi Kalimalang ini nantinya juga akan dipadati dengan tenda-tenda UMKM.

“Kalau untuk UMKM, kita untuk per RT kita kasih jatah 1-2 tenant. Jadi biar adil, terserah RT-nya masing-masing, yang penting kita sudah menyiapkan tenda untuk UMKM tersebut,” ujar Subagyo.

“Tenant yang resmi dari kami itu ada 20 tenda, plus nanti dari kelurahan akan membawa tenda sendiri untuk UMKM-nya. Nah kalau UMKM yang dari luar, yang biasa musiman begitu, itu bebas. Kita bisa ratusan UMKM yang kaki lima lah,” lanjutnya.

Dana Besar Demi Kebahagiaan Warga

Acara ini digelar dengan dana sekitar Rp 120 juta, yang sepenuhnya digunakan untuk lomba, hadiah, keamanan, dan kebersihan.

“Kurang lebih dana sekitar Rp 120 juta. Full untuk acara. Kita tidak mencari keuntungan, jadi kalau soalnya masyarakat kita sudah happy, sudah bahagia, itu pun kita sudah bahagia banget, sudah senang banget,” ungkap Subagyo.

Bagi warga Cipinang Melayu, Semarak Kalimalang bukan sekadar lomba. Ini adalah ajang silaturahmi, hiburan bersama, dan wujud kebanggaan menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun.