Melihat Kesigapan Petugas Haji Bantu Jemaah Indonesia di Masjid Nabawi

Jemaah haji Indonesia boleh sedikit tenang beribadah di Arab Saudi, negara yang sama sekali asing bagi sebagian besar mereka. Pasalnya, mereka akan dibantu dengan baik oleh para petugas haji yang bergerak di setiap lini pelayanan, mulai dari katering, keamanan, kesehatan, hingga akomodasi.

Pantauan kumparan langsung dari Madinah, salah satu jajaran petugas garda terdepan berada di sektor khusus Masjid Nabawi. Sektor yang terletak di pintu gerbang nomor 21 Masjid Nabawi ini memiliki petugas yang terdiri dari perawat, dokter, TNI, dan Polri.
Mereka terbagi menjadi beberapa lini tim. Ada Tim Gerak Cepat, yang sesuai namanya, bergerak sangat cepat menyisir pelataran Masjid Nabawi, mencari jemaah yang kehilangan arah atau kehilangan sandal.
Ada juga tim promotif preventif yang bertugas memberi edukasi kepada jemaah soal perlindungan diri. Tim ini yang paling "bawel" mengingatkan jemaah untuk memakai masker, menyemprot wajah dengan air, atau memayungi diri. Bawel dalam artian positif tentu saja.
Tim P3JH atau perlindungan pertama pada jemaah haji bertugas memberikan pertolongan pertama bagi jemaah yang sakit. Ketiga tim ini memiliki skill menangani pasien, itulah sebabnya mereka adalah dokter atau perawat yang bisa bergerak dengan sigap.
Sementara tim Linjam atau perlindungan jemaah di sektor ini bertugas memastikan keamanan jemaah terjaga. Mereka juga yang berfungsi memastikan jemaah tahu jalan pulang ke pemondokan masing-masing. Jika tidak bisa pulang sendiri, jemaah akan diantarkan.
Tugas mereka seakan tidak henti, seiring ribuan jemaah Indonesia yang berdatangan ke Masjid Nabawi untuk ibadah Arbain. Ada saja jemaah yang datang menanyakan jalan pulang, kehilangan sandal, atau kelelahan. Petugas sektor juga harus jeli melihat jemaah yang butuh bantuan.
Kasus terbanyak di Masjid Nabawi adalah jemaah kehilangan sandal dan terpisah rombongan. Untuk yang hilang sandal, petugas sektor khusus akan merawat kaki jemaah dan memberikan mereka sandal baru. Pasalnya, jalan tanpa sandal di Madinah yang bersuhu di atas 40 derajat Celcius bisa bikin kaki melepuh.
Petugas juga harus ekstra sabar menghadapi jemaah. Pengertian diberikan secara perlahan karena kebanyakan jemaah yang butuh bantuan adalah warga lanjut usia. Tercatat ada 63 persen jemaah lansia dari 214 ribu jemaah haji reguler.
Beberapa kali ditemui, jemaah "ngeyel" tidak ingin memakai masker. Namun petugas harus tetap sabar dan melayani dengan senyuman.
"Harus pelan-pelan menasihatinya, pendekatannya juga harus lama," kata Dr. Arum, anggota sektor khusus Masjid Nabawi.
