Melihat Kesigapan Petugas Haji Bantu Jemaah Indonesia di Masjid Nabawi

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas haji keliling Masjid Nabawi, Madinah, mencari jemaah Indonesia yang butuh bantuan. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas haji keliling Masjid Nabawi, Madinah, mencari jemaah Indonesia yang butuh bantuan. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Jemaah haji Indonesia boleh sedikit tenang beribadah di Arab Saudi, negara yang sama sekali asing bagi sebagian besar mereka. Pasalnya, mereka akan dibantu dengan baik oleh para petugas haji yang bergerak di setiap lini pelayanan, mulai dari katering, keamanan, kesehatan, hingga akomodasi.

Petugas haji melayani jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas haji melayani jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Pantauan kumparan langsung dari Madinah, salah satu jajaran petugas garda terdepan berada di sektor khusus Masjid Nabawi. Sektor yang terletak di pintu gerbang nomor 21 Masjid Nabawi ini memiliki petugas yang terdiri dari perawat, dokter, TNI, dan Polri.

Pos khusus petugas haji Indonesia di pintu 21 Masjid Nabawi, Madinah Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Mereka terbagi menjadi beberapa lini tim. Ada Tim Gerak Cepat, yang sesuai namanya, bergerak sangat cepat menyisir pelataran Masjid Nabawi, mencari jemaah yang kehilangan arah atau kehilangan sandal.

Petugas haji melayani jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Petugas haji mengimbau jemaah Indonesia menggunakan masker di Masjid Nabawi, Madinah Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Ada juga tim promotif preventif yang bertugas memberi edukasi kepada jemaah soal perlindungan diri. Tim ini yang paling "bawel" mengingatkan jemaah untuk memakai masker, menyemprot wajah dengan air, atau memayungi diri. Bawel dalam artian positif tentu saja.

Petugas haji menyemprot air ke wajah jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah, untuk mengurangi panas. Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Petugas haji melayani jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Tim P3JH atau perlindungan pertama pada jemaah haji bertugas memberikan pertolongan pertama bagi jemaah yang sakit. Ketiga tim ini memiliki skill menangani pasien, itulah sebabnya mereka adalah dokter atau perawat yang bisa bergerak dengan sigap.

Petugas haji rawat kaki Sumairi yang kehilangan sandal di Masjid Nabawi Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Petugas haji rawat kaki Sumairi yang kehilangan sandal di Masjid Nabawi Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Sementara tim Linjam atau perlindungan jemaah di sektor ini bertugas memastikan keamanan jemaah terjaga. Mereka juga yang berfungsi memastikan jemaah tahu jalan pulang ke pemondokan masing-masing. Jika tidak bisa pulang sendiri, jemaah akan diantarkan.

Jemaah Indonesia kehilangan sandal di Masjid Nabawi Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Jemaah Indonesia kehilangan sandal di Masjid Nabawi Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Tugas mereka seakan tidak henti, seiring ribuan jemaah Indonesia yang berdatangan ke Masjid Nabawi untuk ibadah Arbain. Ada saja jemaah yang datang menanyakan jalan pulang, kehilangan sandal, atau kelelahan. Petugas sektor juga harus jeli melihat jemaah yang butuh bantuan.

Petugas haji mengimbau jemaah Indonesia menggunakan masker di Masjid Nabawi, Madinah Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Kasus terbanyak di Masjid Nabawi adalah jemaah kehilangan sandal dan terpisah rombongan. Untuk yang hilang sandal, petugas sektor khusus akan merawat kaki jemaah dan memberikan mereka sandal baru. Pasalnya, jalan tanpa sandal di Madinah yang bersuhu di atas 40 derajat Celcius bisa bikin kaki melepuh.

Sandal yang dibagikan petugas haji ke jemaah Indonesia yang kehilangan alas kaki Foto: Denny Armandhanu/kumparan
Sandal yang dibagikan petugas haji ke jemaah Indonesia yang kehilangan alas kaki Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Petugas juga harus ekstra sabar menghadapi jemaah. Pengertian diberikan secara perlahan karena kebanyakan jemaah yang butuh bantuan adalah warga lanjut usia. Tercatat ada 63 persen jemaah lansia dari 214 ribu jemaah haji reguler.

Obat-obatan dan alat pertolongan pertama di ransel petugas haji di Masjid Nabawi, Madinah Foto: Denny Armandhanu/kumparan

Beberapa kali ditemui, jemaah "ngeyel" tidak ingin memakai masker. Namun petugas harus tetap sabar dan melayani dengan senyuman.

"Harus pelan-pelan menasihatinya, pendekatannya juga harus lama," kata Dr. Arum, anggota sektor khusus Masjid Nabawi.

Petugas haji melayani jemaah Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Foto: Denny Armandhanu/kumparan