Melihat Kondisi Lapas Khusus Narkoba di Pangkalpinang

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Bangunan bercat abu-abu seluas 7.600 meter persegi ini terletak di pinggir kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Tempat yang digunakan khusus menampung narapidana narkoba tersebut baru saja diresmikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada 2015. Namun, lapas tersebut kini sudah kelebihan muatan.

kumparan (kumparan.com) berkesempatan melihat keadaan Lembaga Pemasyarakatan Narkoba Klas III Pangkalpinang. Kesan bangunan yang penuh dengan manusia tampak setelah memasuki lapangan di tengah penjara.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Cat bangunan mulai pudar. Karat juga sudah terlihat di pagar antara blok tahanan.

Ada enam blok dalam penjara ini. Setiap bloknya, dibatasi pagar yang penuh dengan pakaian para warga binaan. Karena tidak cukup ruang lagi sebagai tempat menjemur pakaian, mereka memanfaatkan pagar.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Seorang warga binaan menceritakan, satu kamar di setiap blok berukuran 7x6 meter. Dia tak tahu idealnya satu kamar diisi berapa orang.

Pasalnya, sejak tinggal di Lapas itu karena mengedarkan sabu, laki-laki 32 tahun itu sudah harus berbagi sel dengan belasan orang.

"Satu kamar ada yang 17 orang, ada juga yang 18 orang," kata narapidana yang enggan menyebut namanya, Selasa (24/10).

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang sedianya memiliki daya tampung hingga 450 narapidana. Namun, penghuninya saat ini mencapai 707 orang.

Penuhnya penjara ini, disebutkan para napi, membuat mereka harus berbagi ruang bahkan untuk tidur. "Kalau tidur cuma pas untuk berbaring, tidak bisa ke kiri atau ke kanan," kata narapidana lainnya.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Penuhnya Lapas tampaknya juga membawa masalah lain. Pengawasan interaksi antara sipir dan narapidana misalnya. Pada September 2017, Polda Bangka Belitung menangkap tiga orang pengedar narkoba, satu di antaranya adalah sipir.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Tertangkapnya oknum sipir itu membuat Lapas Narkoba Pangkalpinang dievaluasi. Termasuk Kepala Lapasnya.

Saat kumparan mengunjungi penjara tersebut, Kalapas dijabat oleh orang baru, yaitu Yugo Indrawicaksi. Dia baru tiga hari menjabat setelah dipindah dari Maluku Utara.

Lantaran baru pindah lokasi tugas, tak banyak yang bisa diceritakan Yugo tentang Lapas Narkoba Pangkalpinang. Dia hanya mengatakan, kini pihaknya sedang merencanakan pembuatan wartel untuk warga binaan.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

"Rencananya kami mau buat wartel, dari pada mereka menyelundupkan handphone," sebutnya.

Dalam sela-sela perbincangan dengan Yugo, tiba-tiba terdengar panggilan agar para narapidana beragama Islam berkumpul ke musala yang terletak di sudut Lapas. Tak lama, bangunan tempat beribadah itu pun penuh.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Ternyata, ada kegiatan tausiyah rutin dari Polda Bangka Belitung di Lapas Narkoba Pangkalpinang. Saat kumparan datang ke sana, tema ceramah terkait isu radikalisme di tengah masyarakat.

Seruan agar warga binaan tidak ikut terjerat dalam kelompok radikal diselipkan dalam ceramah. Sebagian besar isi ceramah masih menyerukan agar para napi bertaubat dan tidak lagi bersentuhan dengan narkoba.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Tampak beberapa napi mendengarkan ceramah secara khidmat. Ada pula yang terus tertunduk selama mendengarkan ceramah.

Yugo mengatakan, meski seluruh warga binaan di Lapas merupakan penghuni yang terjerat kasus narkoba, mereka tetap mengingatkan masalah radikalisme. "Untuk mencegah saja, lebih baik mencegah dari pada mengobati," ujanya.

Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lapas Khusus Narkoba Pangkalpinang. (Foto: Teuku Valdy/kumparan)

Selepas ceramah, para napi diajak menunaikan salat secara berjemaah. Mereka boleh beraktivias kembali seperti semula setelah beribadah.

"Selain pembinaan keagamaan, kami juga bina mereka untuk berkebun dan keterampilan montir. Sehingga setelah keluar dari Lapas, mereka punya keterampilan," kata Yugo.