Melihat Lagi Kata Sjafrie Soal Demo: TNI Jaga Keamanan, Polri Tegakkan Hukum
·waktu baca 5 menit

Demo dan berbagai kerusuhan yang terjadi di Jakarta maupun daerah sudah mereda. TNI bersama Polri terus berpatroli skala besar untuk memastikan suasana terus kondusif.
Saat ini, TNI tampak hadir di berbagai lokasi strategis di Jakarta, seperti di kantor kementerian hingga pusat perbelanjaan. Sementara, Polri masih terus memeriksa dan menyelidiki para pelaku kerusuhan yang terjadi beberapa hari lalu.
Ini merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto menyikapi kericuhan di Jakarta dan berbagai daerah. Bahkan, massa sudah sampai menjarah rumah sejumlah pejabat.
Pada Minggu, 31 Agustus 2025, Presiden Prabowo menggelar sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta. Sore harinya, hasil rapat disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam konpers itu, Sjafrie didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Mendagri Tito Karnavian di sebelah kanannya, lalu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kepala BIN Muhammad Herindra di sebelah kirinya.
Ada pula para kepala staf angkatan: KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal Tonny Harjanto.
Di sini, Sjafrie menegaskan, perintah Prabowo untuk segera mengendalikan keamanan nasional. TNI secara khusus diminta untuk memastikan keamanan. Sedangkan, Polri diminta untuk menegakkan hukum.
"Panglima TNI akan dibantu oleh kepala staf angkatan baik AD, maupun AL, serta AU untuk terus memelihara keamanan di wilayah nasional kita dan melakukan upaya-upaya pengamanan dan penertiban terhadap sumber daya alam yang mungkin dipergunakan secara tidak memenuhi ketentuan yang berlaku menurut undang-undang," kata Sjafrie.
"Kepala Kepolisian Republik Indonesia akan terus bekerja sama dengan Jaksa Agung dalam penegakan hukum secara cepat terhadap pelanggaran yang terjadi di seluruh wilayah nasional," tutur dia.
"Ini adalah pesan yang perlu saya sampaikan atas petunjuk Bapak Presiden agar ini diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar Sjafrie.
Sehari sebelumnya, atau Sabtu, 30 Agustus 2025, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadap Presiden Prabowo di kediamannya, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang Bogor.
Kehadiran prajurit TNI di sejumlah titik di Jakarta untuk menjaga keamanan terlihat sejak Minggu, 31 Agustus 2025.
Ini tidak lepas dari perintah terhadap TNI yang baru disampaikan pada 31 Agustus 2025. Ini sempat diungkapkan oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita usai rapat dengan Komisi I DPR.
"Kami taat konstitusi, kami memberi bantuan kepada institusi lain karena permintaan konstitusi sendiri,” kata Tandyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/9).
“Kita selalu diminta dulu kan baru turun, makanya pada saat Tanggal 30 [Agustus] dipanggil Presiden kan. Mungkin ada permintaan, makanya Tanggal 31 [Agustus] kita turun,” tuturnya.
Berikut pernyataan lengkap Sjafrie Sjamsoeddin:
Teman-teman sekalian, saudara-saudara sebangsa dan setanah air. saya dapat tugas dari bapak Presiden untuk menyampaikan beberapa hal yang menjadi hasil dari sidang paripurna Kabinet Merah Putih yang baru saja kita selesaikan dan yang diutamakan untuk disampaikan kepada media dan diteruskan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa Presiden saat ini berada di tanah air dan terus memantau perkembangan-perkembangan yang ada di wilayah nasional kita, khususnya di Ibu Kota di Jakarta.
Presiden dalam kaitan stabilitas nasional memberi penekanan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia dan kepada Tentara Nasional Indonesia untuk tetap solid dan bekerja sama dan sama-sama bekerja dalam melaksanakan tugas untuk mencapai keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Selain itu dengan memperhatikan faktor-faktor keamanan baik yang dimiliki secara individu, pribadi, dan pejabat serta institusi negara, beliau telah menugaskan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu mengambil langkah-langkah yang terukur dan tegas terhadap terjadinya kegiatan pelanggaran hukum dan juga pelanggaran terhadap penegakan hukum.
Presiden memberi penegasan agar supaya semua tindakan-tindakan pelanggaran yang bersifat kriminal baik itu dalam bentuk perusakan benda fasilitas umum dan harta milik pribadi supaya dilaksanakan satu penindakan yang tegas dan secara hukum. Apabila terjadi hal-hal yang menyangkut soal keselamatan bagi pribadi maupun pemilik rumah pejabat yang mengalami penjarahan, maka petugas tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kerusuhan dan penjarah yang memasuki wilayah pribadi maupun wilayah institusi negara yang memang sudah dipastikan untuk selalu dalam keadaan aman.
Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia akan bersikap tegas terhadap semua hal-hal yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, serta juga bisa mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Badan Intelijen Negara ditugaskan untuk terus memantau situasi intelijen dan melaporkan kepada Bapak Presiden pada kesempatan-kesempatan pertama bila terjadi dinamika yang timbul di lapangan.
Menteri Dalam Negeri ditugaskan untuk terus berkoordinasi dan mengendalikan pemerintahan di daerah dan juga mengikuti secara cermat perkembangan ekonomi yang dibutuhkan oleh rakyat. Oleh karena itu, ini adalah satu kebutuhan bersama, soliditas dari seluruh aparat pemerintah pusat maupun aparat pemerintah daerah.
Panglima TNI akan dibantu oleh kepala staf angkatan baik AD, maupun AL, serta AU untuk terus memelihara keamanan di wilayah nasional kita dan melakukan upaya-upaya pengamanan dan penertiban terhadap sumber daya alam yang mungkin dipergunakan secara tidak memenuhi ketentuan yang berlaku menurut UU.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia akan terus bekerja sama dengan Jaksa Agung dalam penegakan hukum secara cepat terhadap pelanggaran yang terjadi di seluruh wilayah nasional.
Ini adalah pesan yang perlu saya sampaikan atas petunjuk Bapak Presiden agar ini diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Bapak Presiden akan selalu beserta rakyat dan selalu bersama-sama rakyat dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat bersama dukungan Tentara Nasional Indonesia dan juga Kepolisian Negara Republik Indonesia dan bersama-sama seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah kita.
Mari kita teruskan persatuan dan kesatuan nasional untuk terus berjuang meningkatkan kebangkitan ekonomi kita dengan stabilitas nasional yang kita wujudkan bersama-sama.
Itulah pesan yang perlu saya sampaikan dari hasil sidang paripurna kabinet Merah Putih yang pada hari ini tanggal 31 Agustus sore hari tadi dilaksanakan. Terima kasih atas perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Selesai.
