Melihat Laporan Keuangan ICW yang Dituding Terima Dana Gelap Rp 96 M via KPK

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konpers "Jangan Lemahkan KPK" di kantor ICW Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konpers "Jangan Lemahkan KPK" di kantor ICW Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Beberapa waktu terakhir, ICW mendapat tudingan isu mengenai keuangan mereka. ICW dituding pernah menerima dana sebesar Rp 96 miliar dari UNODC yang mengalir lewat KPK era kepemimpinan Abraham Samad cs.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Koordinator ICW, Agus Sunaryanto, angkat bicara. Dia menganggap bahwa isu ini acapkali disuarakan oleh kelompok-kelompok yang notabene tidak ingin ada upaya penguatan terhadap pemberantasan korupsi, termasuk penguatan KPK.

Karena, beberapa kali isu serupa selalu dikeluarkan justru tepat di saat ICW menyuarakan dan mengingatkan KPK akan potensi pelemahan, terutama berkaitan dengan penanganan kasus-kasus besar.

Yang terbaru, saat ini ICW menyoroti TWK yang diduga alat untuk menyingkirkan pegawai KPK tertentu.

"Kalau dipetakan isu ICW menerima dana gelap dari KPK selalu muncul ketika kami bersama jaringan antikorupsi sedang gencar advokasi terhadap pelemahan KPK, misal soal TWK, soal penolakan kami terhadap revisi UU KPK, mendorong sanksi etik terhadap ketua KPK," ujar Agus kepada wartawan, Rabu (23/6).

kumparan post embed

"(Ini) isu lama yang terus diproduksi berulang-ulang untuk agar publik terpengaruh," sambungnya.

Terkait dana UNODC, ICW menjelaskan bahwa itu terkait kontrak kerja sama program penguatan KPK. Kontrak antara ICW dengan UNODC itu berdurasi 5 tahun pelaksanaan program.

Bantuan itu diterima pada 2010 hingga 2014 dengan jumlah yang berbeda-beda. Berikut rincian bantuan dana yang diterima ICW:

1. 2010= Rp 400.554.392

2. 2011= Rp 172.499.500

3. 2012= Rp 91.397.413

4. 2013= Rp 551.534.056

5. 2014= Rp 258.989.434

Total Rp 1.474.974.795 (5 tahun program)

Indonesia Corruption Watch (ICW). Foto: Facebook/Sahabat ICW

Diketahui, ICW adalah lembaga swadaya masyarakat yang didirikan sejak 23 tahun lalu. ICW lahir di Jakarta pada 21 Juni 1998 di tengah gerakan reformasi yang menghendaki pemerintahan pasca Soeharto yang demokratis, bersih, dan bebas korupsi.

Sebagai organisasi non-pemerintah (NGO), pendirian ICW dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat dalam mewujudkan sistem birokrasi, hukum, sosial, politik dan ekonomi yang berkeadilan sosial dan bersih dari korupsi.

Pada awal kelahirannya, ICW dipimpin Teten Masduki bersama pengacara Todung Mulya Lubis, ekonom Faisal Basri dan lainnya. Saat itu, ICW aktif mengumpulkan data-data korupsi para pejabat tinggi negara, mengumumkannya pada masyarakat dan jika perlu, melakukan gugatan class-action terhadap para pejabat yang dinilai korup.

Sebagai bentuk transparansi keuangan, Agus memastikan pihaknya selalu melakukan audit rutin tiap tahunnya kepada Kantor Akuntan Publik (KAP). Sebagai bentuk transparansi, kata Agus, ICW selalu memajang hasil audit dari pihak KAP di situs ICW.

"Sebenarnya bisa dilihat langsung di web ICW, download saja hasil auditnya. Di situ bisa dilihat darimana saja sumber pendanaan kami," ucap Agus.

Khusus untuk laporan keuangan tahun 2020, Agus menyebut bahwa saat ini audit masih dalam tahap perampungan. Bila seluruh prosesnya telah rampung, Agus memastikan bahwa laporan keuangan tersebut akan langsung diunggah ke website untuk dapat dilihat oleh publik.

"Untuk hasil audit 2020, masih dalam proses finalisasi oleh auditor. Minggu lalu kami sudah mendiskusikan draft hasil auditnya bersama KAP, biasa memang ada proses klarifikasi sebelum hasilnya final," ungkap Agus.

"Dalam waktu dekat kalau sudah disampaikan oleh KAP ke ICW pasti akan kami posting di website ICW juga," lanjut dia.

Mengutip laporan keuangan, ada tiga sumber keuangan ICW, yakni:

  1. Iuran dan sumbangan anggota yang besarnya ditentukan oleh Rapat Umum Anggota

  2. Sumber-sumber lain yang sah dan tidak bertentangan dengan asas, visi, dan misi ICW

  3. Syarat pemberi sumbangan dan tata cara pemberi sumbangan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga

Berikut ringkasan total penerimaan per tahun dan siapa saja donatur ICW sebagaimana dikutip dari laporan keuangan yang termuat dalam situs tersebut:

Tahun 2019

  • Total penerimaan: Rp 13.780.364.993

  • Donatur: VOICE, TIFA, MSI-USAID, TAF Setapak, TFK, IFES, European Climate Foundation, Hivos Open, Ford, dan GIZ.

Tahun 2018

  • Total penerimaan: Rp 25.197.255.555

  • Donatur: AIPJ, TIFA, MSI, TAF Setapak, DANIDA, Hivos MAVC, TFK, IFES, EUROPEAN, Hivos Open, FORD, dan VOICE.

Tahun 2017

  • Total penerimaan: Rp 10.619.800.533

  • Donatur: AIPJ, TIFA, MSI, TAF Setapak, DANIDA, Hivos MAVC, IFES, European Climate Foundation, HIVOS Open.

Tahun 2016

  • Total penerimaan: Rp 13.356.171.382

  • Donatur: HIVOS, SETAPAK, TAF, TIFA, ULU FOUNDATION, DANIDA, FORD FOUNDATION, IFES, European Climate Foundation, AIPJ, dan MSI.

Tahun 2015

  • Total penerimaan: Rp 17.889.413.431

  • Donatur: HIVOS, SETAPAK, 11.11.11, UKFCO, TAF, TIFA, MSI, ULU FOUNDATION, CLUA AID ENVIRONMENT, DANIDA, PROREP, dan FORD FOUNDATION.

Tahun 2014

  • Total penerimaan: Rp 22.435.204.609

  • Donatur: HIVOS, SETAPAK, DOEN, 11.11.11, ERIS, UKFCO, TAF, TIFA, ACCESS, UNODC, MSI, KEMITRAAN, ULU FOUNDATION, CLUA AID ENVIRONMENT, DANIDA, dan PROREP.

Tahun 2013

  • Total penerimaan: Rp 15.205.778.375

  • Donatur: HIVOS, SETAPAK, DOEN, 11.11.11, ERIS, UKFCO, TAF, TIFA, ACCESS, UNODC, MSI, dan KEMITRAAN.

Tahun 2012

  • Total penerimaan: Rp 11.808.987.172

  • Donatur: HIVOS, SETAPAK, RWI, 11.11.11, DFID, FORD, TAF, TIFA, ACCESS, UNODC, MSI, dan KEMITRAAN.

Tahun 2011

  • Total penerimaan: Rp 8.968.743.348

  • Donatur: HIVOS, DOEN, RWI, 11.11.11, DFID, FORD, TAF, TIFA, ACCESS, UNODC, MSI, dan KEMITRAAN.

Tahun 2010

  • Total penerimaan: Rp 9.301.511.669

  • Donatur: HIVOS, LDF/TFK, PGR, 11.11.11, DRSP/DOEN, FORD, TAF, TIFA, ACCESS, dan UNODC.

Tahun 2009

  • Total penerimaan: Rp 5.496.553.978

  • Donatur: HIVOS, LDF-AUSAID, RWI, 11.11.11, DRSP, FORD, MAGSAYSAY, TIFA, dan ACCESS.

Tahun 2008

  • Total penerimaan: Rp 7.434.889.589

  • Donatur: HIVOS, LDF-AUSAID, PGR, RWI, 11.11.11, DRSP dan, FORD.

Tahun 2005

  • Total penerimaan: Rp 4.787.849.632,02

  • Donatur: TAF (The Asia Foundation), OWA, 11.11.11, TYFA, SEACA, ICCO, HIVOS, dan FITRA.