Melihat Musala di Jalan Wira Angun Bandung, Oase Bagi Para Musafir
ยทwaktu baca 2 menit

Di tengah perumahan di Kota Bandung, berdiri sebuah musala yang menempel dengan satu bangunan rumah. Musala itu bernama Al-Maghfiroh.
Lokasinya berada di Jalan Wira Angun Angun, Kota Bandung. Musala ini merupakan bangunan pribadi punya pemilik rumah. Namun oleh pemilik, musala dibuka untuk umum, dari pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB. Siapa pun bisa beribadah di sana.
Pantauan kumparan, fasilitas musala ini cukup lengkap. Terdapat dua keran air untuk wudu, Al-Qur'an, hingga perlengkapan salat untuk pria dan wanita.
Kondisi musala sangat bersih dan terawat. Terdapat juga air kemasan yang disediakan gratis untuk para pengunjung.
Andalan Ojol untuk Beribadah di Sela Aktivitas
Tempat beribadah ini menjadi andalan para pengemudi ojek online (ojol) di sela rutinitasnya.
Alfi (27), seorang pengemudi ojol yang baru saja menunaikan salat zuhur di musala ini mengatakan sering berkunjung setiap usai mendapat orderan di sekitar area tersebut.
"Tahu musalanya sudah lama, soalnya saya kan orang sini, sudah setahun lebih kayaknya," kata Alfi, Selasa (25/11).
"Kalau misalkan lagi sekalian lewat arah sini dan saya belum salat, pasti salat di sini," kata Alfi melanjutkan.
Alfi menyebut, musala itu cukup nyaman karena bersih. Ia juga senang dengan disediakannya air minum kemasan gratis untuk pengunjung musala.
"Nyaman sih, apalagi itu kan disediain air minum gratis lumayan, daerahnya juga adem," ujar Alfi.
Alfi mengatakan, di sekitar area perumahan itu terdapat beberapa tempat makan sehingga ia bersama rekan ojolnya kerap menunggu di sekitar sambil menunggu orderan.
"Di deket sini kan banyak restoran, jadi saya sering nongkrong di sini nunggu orderan sekalian salat," ucapnya.
Cerita serupa datang dari Firman (50) yang baru pertama kali mengunjungi musala tersebut.
"Tadi lagi antar belanja, nanya musala ke orang warung, dikasih tau ada di sini," ucap Firman.
Firman mengungkapkan pengalamannya salat di musala ini. Menurutnya, musala ini cukup bersih dan nyaman.
"Lumayan bersih dan rapi, biasanya musala kan suka acak-acakan," kata Firman.
saat kumparan datang ke musala, pemilik rumah sedang ke luar. Penjaga rumah yang ditemui juga tidak berkomentar lebih lanjut soal musala ini.
