Melihat Pasar Anam, Pasar Kambing Terbesar di Makkah untuk Jemaah Haji Bayar Dam
ยทwaktu baca 3 menit

Jemaah haji Indonesia lebih banyak melaksanakan haji tamattu. Artinya, melaksanakan umrah wajib, lalu melepas ihram sampai nanti saat puncak haji. Karena itu, jemaah membayar dam dengan menyembelih seekor kambing.
Biasanya, pembayaran dam dikoordinir oleh ketua kloter masing-masing. Ada pula, jemaah yang secara mandiri mencari sendiri kambing yang akan disembelih untuk keperluan pembayaran dam.
Salah satu tempat terbesar dalam mencari kambing, yakni Pasar Anam, di kawasan Kilo Asyaro (KM 10), Kakiyah, Makkah. Di sini, ada ratusan kios penjualan kambing yang bisa disambangi jemaah.
Lokasi pasar bisa ditempuh dengan menggunakan mobil selama 15-20 menit.
Sesampainya di sana, jemaah akan langsung dihampiri sejumlah pedagang yang menawarkan langsung kambing-kambing mereka. Di sini, kambing didominasi impor dari berbagai negara di Afrika, bahkan ada yang dari Australia.
"Ada banyak jenisnya, ada babari, harri, ada yang dari Australia. Harganya macam-macam ada SR 350, kalau mau agak bagus SR 450. Ongkos potong itu SR 40-50," kata seorang petugas, Syamsul di lokasi.
Jemaah haji juga bisa menyaksikan hewan dam mereka dipotong. Tepat di sebelah pasar kambing ini ada rumah pemotongan hewan (RPH).
RPH ini berbentuk gedung yang cukup besar. Ada lebih dari 10 pintu masuk gedung. Setiap pintu masuk langsung dihubungkan dalam satu jalur kiri dan kanan.
Jalur ini tempat jemaah melihat langsung kambing mereka dipotong.
Pemotongan kambing juga terbilang komprehensif. Ada ruangan khusus memanjang untuk proses penyembelihan kambing.
Mulai dari penyembelihan, lalu kambing digantung untuk dikuliti, hingga pembersihan dan siap didistribusikan.
Pasar Anam ini merupakan pasar kambing terbesar di Makkah. Sebelumnya letaknya di dekat pasar buah Kakiyah. Sehari, mereka bisa menyembelih 5.000 kambing.
"Di sini juga bisa dipilih, mau bawa sendiri dagingnya untuk dibagikan di Makkah. Atau, mau diserahkan di sini," tambah dia.
"Di depan gedung itu sudah ada fakir fakir di sini yang meminta, kasih saya saja," tutur dia.
Salah seorang jemaah, Muhammad Rabib dari kloter 46 DIY (SOC-46) mengatakan, dia dan sejumlah jemaah lainnya memang sudah mencari lebih dulu di mana pasar kambing di sekitar Makkah. Maklum saja, dia bukan bagian dari KBIHU tertentu dan berangkat mandiri sehingga pengurusan juga sendiri.
"Kami kumpulkan dapat 50 orang. Saya beberapa jemaah lalu jalan ke sini untuk mencarikan dan kita belikan kambing dam. Alhamdulillah tadi dapat yang SR 400," kata Rabib di lokasi.
Tahun ini, Kementerian Agama mewajibkan petugas haji baik PPIH Arab Saudi maupun PPIH kloter untuk membayar dam melalui Daker Makkah. Pemerintah sudah bekerja sama dengan RPH Ukaisyah untuk pengurusan dam bahkan hingga distribusi.
Pembayaran dam melalui Daker Makkah harganya SR 600. Dengan sistem ini, pembayaran dam lebih transparan dan akuntabel.
