Melihat Pasar Gembrong Baru yang Akan Jadi Tempat Penampungan Korban Kebakaran

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pasar Gembrong baru Cipinang, Jakarta Timur. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pasar Gembrong baru Cipinang, Jakarta Timur. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

PD Pasar Jaya berencana memindahkan pedagang yang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Gembrong ke Pasar Gembrong Baru. Lokasi gedung tersebut tidak jauh dari lokasi kebakaran.

kumparan berkunjung langsung ke Pasar Gembrong Baru untuk melihat kondisi di sana. Kondisi di dalam pasar terlihat sepi pengunjung.

Kios-kios di pasar dua lantai itu masih banyak yang tutup atau kosong.

Pedagang di Pasar Gembrong Baru kebanyakan menjual mainan anak, buku, bonek, baju dan sebagainya.

Seorang pedagang, Risky (41), mengatakan sepinya pasar membuat penjualan di pasar tersebut tidak begitu laku. Jauh berbeda saat ia berjualan di Pasar Gembrong lama.

Suasana Pasar Gembrong baru Cipinang, Jakarta Timur. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Risky pernah berjualan di Pasar Gembrong lama. Di sana ia berjualan selama 20 tahun. Namun ia kemudian pindah ke Pasar Gembrong Baru sejak 3 tahun terakhir.

"Beda tingkat penjualannya, yang belanja banyak di sana (Pasar Gembrong lama) daripada di sini. Lebih ramai di sana," ujar Risky kepada kumparan, Selasa (26/4).

Risky mengaku terpaksa tetap berjualan di Pasar Gembrong Baru karena tidak ada pilihan tempat lain.

"Habisnya tempatnya di mana lagi selain di sini. Saya dulu kan dipindahkan ke sini," katanya.

Suasana Pasar Gembrong baru Cipinang, Jakarta Timur. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Risky menilai Pasar Gembrong Baru sepi pengunjung karena sulitnya akses kendaraan. Sehingga pengunjung enggan ke sana

Selain itu, menurut dia harga sewa kios dirasa tinggi sehingga tidak bisa mengatur harga dagangannya untuk menutup biaya sewa.

Suasana Pasar Gembrong baru Cipinang, Jakarta Timur. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

"Pertama masalah harga tempat jadi tidak bisa mainin harga, gak bisa turunin harga gitu. Sebenarnya manajemennya sudah dikasih masukan tapi dia maunya seperti ini kita gak bisa ngomong apa-apa, jadi masalah sewa," kata Risky.

"Lokasi juga kan susah kendaraan. Pembeli kan kebanyakan naik kendaraan umum gak kebanyakan naik motor sehingga aksesnya susah," tambahnya.