Melihat Patung MH Thamrin di Pusat Jakarta, Pahlawan Kemerdekaan Asal Betawi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di Patung MH Thamrin di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Patung MH Thamrin di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Lalu lintas di persimpangan Patung Kuda, Monas, begitu sibuk, Selasa (29/4) sore. Suara klakson kendaraan bersahutan menanti giliran melaju saat lampu lintas berubah hijau.

Di tengah sibuknya lalu lintas itu, berdiri tegak patung Muhammad Husni Thamrin — Pahlawan Nasional yang berjuang di era kemerdekaan. Patung berwarna hitam dari kepala hingga pijakan kaki itu memvisualisasikan Thamrin dalam setelan jas rapi dan peci.

Patung Mohammad Hoesni Thamrin. Foto: Shutterstock

Ia berdiri menghadap Jalan Budi Kemuliaan, tangan kirinya menggenggam gulungan kertas. Pandangannya menghadap air mancur di tengah bundaran yang memisahkan Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan MH Thamrin, namanya sendiri.

Di bagian fondasi tertera kutipan dari pidato Thamrin di Volksraad tahun 1930-an—jauh sebelum nama Indonesia dikenal sebagai negara.

“Rasa keadilan yang dibangun dewasa ini sangatlah sulit untuk dicari. Kepercayaan kepada keputusan pengadilan termasuk salah satu sandaran utama negara yang sangat penting, tetapi dengan banyaknya keraguan terhadap kenetralan institusi pengadilan, pemerintah akan kehilangan salah satu pilar terkuat untuk memelihara kedaulatan hukum.”

— MH Thamrin, Handelingen Volksraad, 1930–1931

Tulisan yang ada di Patung MH Thamrin di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Tulisan yang ada di Patung MH Thamrin di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Di bawahnya, terdapat plakat kedua yang mencantumkan kutipan dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, serta tanggal peresmian patung pada 22 Juni 2012:

“Kekuatan daya pikir, ketajaman visi, dan kearifan jati diri yang melatari Muhammad Husni Thamrin sebagai manusia Indonesia sejati menjadi ciri sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Muhammad Husni Thamrin—Bunga Bangsa Putra Betawi—tidak lekang oleh zaman dengan ungkapan dan pandangannya hingga kini.”

Namun di tengah posisinya yang strategis, tak banyak yang mengenal siapa sosok di balik patung tersebut. Meski menjadi latar berbagai unjuk rasa dan dilalui ribuan pengendara setiap hari, nama Thamrin jarang melekat di ingatan warga.

“Pahlawan deh itu, pokoknya,” ujar seorang pemotor di lampu merah depan Kantor Kementerian ESDM, Selasa (29/4).

Suasana di Patung MH Thamrin di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Hal lainnya, ternyata sebagian warga mengira patung itu mewakili tokoh lain: dari Mohammad Hatta hingga Soeharto. Reaksi umum disampaikan mereka saat nama MH Thamrin disebut, “Oh, yang nama jalannya itu?”

Seorang pedagang es kopi di pos polisi depan Monas bahkan berkata, “Kalau dari samping mirip Soeharto sih,” tuturnya.

Dibandingkan Patung Jenderal Sudirman di Jalan Sudirman di kawasan Dukuh Atas yang ikonik, Patung Thamrin memang kalah pamor. Ukurannya lebih kecil— tingginya 4,5 meter, dibandingkan 6,5 meter milik Sudirman.

Gubernur Jakarta saat ini, Pramono Anung, mengumumkan rencana untuk memindahkan patung tersebut ke Museum MH Thamrin dan membangun patung MH Thamrin versi baru berukuran besar di Jalan MH Thamrin — kawasan jantung Jakarta. Rencana itu ia sampaikan saat halalhihalal di Masjid Al-Awwabin, Jakarta Selatan, Minggu (27/4).

“M.H. Thamrin adalah simbol Betawi. Maka, patungnya harus berada di Jalan Thamrin dan dibuat besar, seperti Jenderal Sudirman. Ini simbol Jakarta,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri halal Bihalal DPD PDIP DKI Jakarta, di Jakarta International Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (27/4/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Ia menyebut bahwa pendanaan patung baru tidak akan menggunakan APBD, melainkan dari sumbangan. Ia juga telah meminta restu dari dua mantan gubernur, Sutiyoso dan Fauzi Bowo, yang sebelumnya menggagas patung tersebut.

“Patung ini pembuatannya di era Bang Yos dan Bang Foke. Seizin mereka, patung yang lama akan kita taruh di Museum MH Thamrin,” tambahnya.

Muhammad Husni Thamrin adalah tokoh politik dan intelektual terpandang asal Betawi yang aktif melawan kolonialisme Belanda lewat jalur parlemen. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Batavia dan dikenal sebagai jembatan antara rakyat dan kekuasaan.