Melihat Penampakan Ubur-ubur di Pantai Ancol

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ubur-ubur di pinggir Pantai Ancol. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ubur-ubur di pinggir Pantai Ancol. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Binatang laut ubur-ubur kembali terlihat di pinggir Pantai Ancol, Jakarta Utara. 4 ekor ubur-ubur dapat dilihat di pinggir Pantai Ancol, tepatnya di dekat Erevald Ancol.

Jumlahnya yang tidak masif membuat pengunjung tak tahu keberadaan hewan tersebut. Fender Wariki (17) misalnya, ia yang sedang asyik bermain pasir tidak sadar ada ubur-ubur sekitar 10 meter dari tempatnya bermain. Ia baru tahu ketika kumparan menunjukkan ubur-ubur tersebut kepadanya.

“Yang mana? Oh iya itu,” ujarnya terkejut, Senin (15/10).

Warga Jakarta Timur tersebut mengatakan ini pertama kalinya ia melihat ubur-ubur di pinggir Pantai Ancol. Sebelumnya ia melihat di tengah laut.

Ubur-ubur di pinggir Pantai Ancol. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ubur-ubur di pinggir Pantai Ancol. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

“Kalau lihat ubur-ubur sih sudah pernah ya dulu sewa kapal ke tangah untuk nangkap ubur-ubur. Tapi kalau di pinggir pantai kayak gini baru kali ini,” kata Fender.

Ubur-ubur yang dilihat Fender berenang menjauh dari pantai. Namun selang beberapa waktu ubur-ubur mahluk itu kembali muncul. Kali ini berada di bibir pantai.

Melihat hal itu ia dan rekannya Rawbin Oria (20) langsung berinisiatif untuk menangkap hewan kenyal tersebut menggunakan gelas plastik.

Puas melihat dari dekat, ubur-ubur berwarna putih transparan itu kemudian dilepas kembali. Rawbin yang melepas ubur-ubur tersebut mengatakan ada rasa khawatir saat menangkap makhluk tersebut, namun karena penasaran ia memberanikan diri.

Penampakan ubur-ubur Pantai Ancol. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan ubur-ubur Pantai Ancol. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

“Ngeri juga. Ngeri kesengat,” katanya.

Seperti halnya Fender, Rawbin juga berharap pihak Ancol memasang jaring di sekitar pantai agar ubur-ubur tidak sampai ke pantai.

“Mustinya dipasangi jaring biar ubur-uburnya enggak bisa masuk. Tapi kalau cuma main di pasir-pasirnya sih aman,” kata Rawbin.

Sebelumnya Humas Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan kabar kemunculan ubur-ubur ini pertama kali diterima pada Rabu (10/10). Saat itu ubur-ubur muncul dalam jumlah yang banyak. Namun di hari-hari selanjutnya jumlah yang terlihat hanya sedikit.

Hal itu karena pihak Ancol telah melakukan penjaringan dan pengawasan. Selain itu juga dipasang papan imbauan untuk pengunjung.

“Dan ini kan siklus musiman sebenarnya. Jadi rata-rata dari pantauan kami, pengelola Ancol yang di lapangan itu melakukan pengamatan bahwa season-season musim panas itu biasanya ubur-ubur itu suka muncul,” kata Rika.

Pihak Ancol juga telah bekerja sama dengan LIPI untuk mengetahui jenis ubur-ubur yang menepi ke permukaan pantai tersebut.