Melihat Peraturan Pemberian Nama Anak di Jerman

Di Indonesia sedang ada trend memberikan nama-nama yang sulit diucapkan oleh orang tua muda kepada anaknya. Biasanya nama-nama tersebut adalah nama yang panjang atau nama yang tidak umum digunakan.
Nama-nama seperti “Bambang”, “Budi”, “Ani”, dan “Tuti” dianggap sudah tidak keren lagi dan digantikan dengan nama-nama seperti “Razanaraghda” atau “Xiovariel”.
Namun, fenomena tersebut tidak akan terjadi di Jerman. Meskipun memberikan nama anak adalah hak orang tua, ada peraturan yang harus diikuti ketika memberikan nama kepada anak.
Orang tua bisa memilih dari daftar nama yang disediakan dan harus mengusulkan nama anak tersebut di kantor registrasi yang disebut Standesamt di kota tempat anak tersebut dilahirkan.

Jika orang tua ingin memberikan nama yang tidak umum kepada anaknya, mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah pemberian nama tersebut diperbolehkan atau tidak.
Standesamt bisa menerima dan menolak nama anak yang diusulkan oleh orang tua. Jika ditolak, orang tua harus menggantinya atau maju ke pengadilan untuk mempertahankan nama yang mereka usulkan.
Lalu nama seperti apa yang diperbolehkan di Jerman?
Nama yang diberikan kepada anak harus bisa memberitahukan jenis kelamin anak tersebut. Misalnya “Lisa” untuk perempuan dan “Lukas” untuk laki-laki.
Namun jika orang tua memberikan nama yang netral, maka harus ada nama kedua yang spesifik untuk jenis kelamin tertentu. Pengecualian untuk nama “Maria”, nama tersebut bisa digunakan sebagai nama kedua untuk laki-laki.
Nama yang diberikan juga tidak boleh nama produk atau nama objek. Jadi tidak akan ada orang Jerman yang bernama “Apple” atau “Mutiara”. Selanjutnya, untuk melindungi anak itu sendiri, nama yang diberikan tidak boleh aneh yang bisa membuat anak tersebut dihina.
Lalu bagaimana jika seseorang ingin mengubah namanya?
Pengubahan nama hanya boleh dilakukan dalam kondisi khusus, misalnya jika seseorang melakukan penggantian kelamin, adopsi, atau untuk melokalkan nama asing. Selain alasan-alasan tersebut, seseorang harus menunjukkan bukti bahwa ia memang dirugikan karena nama yang ia miliki sekarang.
Beberapa contoh nama yang pernah ditolak oleh Standesamt adalah “Pfefferminze”, “Verleihnix”, dan “Borussia”. Sementara nama “Legolas”, “Fanta”, dan “Nemo” pernah juga dibawa ke pengadilan namun akhirnya diizinkan untuk diberikan kepada anak.
