Melihat Perbandingan Harga PCR Bandara di RI dan Negara Lain, Mana Paling Mahal?
ยทwaktu baca 3 menit

Tes antigen hingga PCR menjadi kebutuhan yang penting di masa pandemi COVID-19. Terutama bagi mereka yang hendak bepergian menggunakan pesawat terbang.
Meski demikian, tak semua orang bisa melakukan tes lantaran terkendala harga. Kemenkes mematok harga tertinggi untuk tarif PCR sebesar Rp 900 ribu, sedangkan antigen Rp 250 ribu di Pulau Jawa dan Rp 275 ribu di luar Jawa.
Harga bisa lebih murah dari patokan tersebut, tapi di daerah tertentu seperti Sumut ada laporan tes PCR sampai Rp 1 juta. Apakah hal ini wajar?
Organisasi pemeringkat transportasi udara internasional, Skytrax, meranking harga-harga tes deteksi corona di 77 bandara yang meliputi wilayah Eropa, Afrika, Asia, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Data ini merupakan konversi kurs dolar ke rupiah pada 15 April 2021 lalu.
Sebanyak 70 bandara di antaranya menyediakan layanan tes PCR. Hasilnya, Bandara Kansai, Jepang, memiliki tarif tertinggi sebesar USD 404 atau Rp 5.916.984.
Menyusul di bawahnya, bandara Helsinki, Stockholm, dan Tokyo Narita menyediakan tes PCR Rp 4 jutaan. Pada tingkat level 10 besar dengan tes PCR Rp 3 jutaan ada di bandara San Fransisco dan Nagoya Centrair.
Lalu, berapakah tarif PCR bandara di Indonesia? Skytrax mendata bandara di dua kota RI, yakni Jakarta dan Denpasar, Bali. Tidak disebut apakah bandara itu adalah Soekarno Hatta atau Halim Perdana Kusumah untuk bandara Jakarta.
Hitungan Skytrax, bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali mematok tes PCR dengan harga sekitar Rp 893.406. Sedangkan bandara di Jakarta mematok sebesar Rp 790.884. Tarif ini membuat kedua bandara itu masing-masing berada di peringkat 47 dan 49 bandara dengan harga tes PCR tertinggi.
Tes PCR termurah ada di Bandara India, yakni Delhi (peringkat 69) sebesar Rp 161.106 dan Mumbai (peringkat 70) sebesar Rp 117.168. Dengan demikian, tes PCR bandara di Jakarta dan Denpasar sekitar 5-6 kali lebih mahal dari India.
Tarif Antigen Bandara di RI 10 Besar Termurah
Jika tarif PCR RI masih 5-6 kali lebih mahal dari bandara yang termurah, maka lain halnya dengan tes antigen. Dari 54 bandara yang didata Skytrax menyediakan layanan tes antigen, 2 bandara RI justru masuk 10 besar termurah.
Bandara termurah masih di India yakni bandara di Mumbai dengan tarif Rp 29.292. Sedangkan bandara di Jakarta menyusul di peringkat dua yang bertarif Rp 205.044. Masih lebih mahal 7 kali lipat dari mumbai.
Sementara bandara di Ngurah Rai Bali disebut bertarif Rp 248.982 oleh Skytrax. Tarif ini membuatnya berada di peringkat 7 termurah dari 54 bandara yang terdata
Adapun tarif antigen termahal berada di level Rp 2 jutaan. Ada tiga bandara yang menyediakan tes antigen di tarif tersebut yakni Helsinki, New York JFK, dan Oslo.
Dalam catatan risetnya, Skytrax menggarisbawahi bahwa harga tes di sebagian negara ditentukan oleh pemerintah dan bisa jadi disubsidi.
"Serupa dengan praktik tersebut, ada juga kebijakan beragam mengenai pengenaan pajak terkait tes (corona), di Inggris misalnya, 20 persen dari harga tes merupakan pajak pertambahan nilai," tulis Skytrax di situs resminya.
PCR di Negara Anggota ASEAN
Kementerian Kesehatan RI turut membandingkan harga tes PCR di 6 negara anggota ASEAN. Ternyata, posisi Indonesia dengan mematok tes PCR seharga maksimal Rp 900 ribu sesuai SE HK.0202/I/3713/2020, berada di peringkat pertengahan.
Paling mahal di Thailand rentang Rp 1.300.000-Rp 2.800.000. Disusul Singapura Rp 1,6 juta dan Filipina antara Rp 437 ribu-Rp 1,5 juta. Setelahnya barulah Indonesia di peringkat 4 termahal.
Tes PCR yang lebih murah dari RI adalah Malaysia sebesar Rp 510 ribu dan Vietnam Rp 460 ribu.
