Melihat Perjalanan Revitalisasi Stasiun Tanah Abang yang Lebih Luas dan Modern

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, kini telah bersolek. Kondisinya lebih tertata rapi. Tak ada lagi peron yang sempit, kini kondisinya lebih luas untuk penumpang yang menunggu Commuter Line.

Bangunan baru stasiun terlihat lebih modern dengan desain terbuka dan area yang lebih luas, membuat kepadatan penumpang di peron kini mulai terurai.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Ferdian Suryo Adhi Pramono, mengatakan renovasi ini diinisiasi oleh Kemenhub bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Inisiasinya (revitalisasi) itu dari Kementerian Perhubungan, diwakili Dirjen Perkeretaapian, bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia Persero, dan Pemprov Daerah Khusus Jakarta,” kata Ferdian Suryo saat dihubungi kumparan, Senin (30/6).

Ferdian menjelaskan, revitalisasi Tanah Abang dibagi dua tahap besar. “Yang sekarang sudah selesai atau hampir selesai itu peningkatan tahap 1. Nanti akan ada lagi tahap ultimate,” ujarnya.

Suasana Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Tahap 1 dimulai dari perencanaan pada 2022, desain pada 2023, dan pembangunan sejak pertengahan 2024. Saat ini, proyek sudah mencapai sekitar 90 persen, tinggal menunggu sertifikasi.

“Insya Allah kalau untuk SO3, untuk tahap 1 selesai total itu di November 2025,” jelasnya.

Tahap 1 meliputi pembangunan gedung stasiun baru, dua unit peron, dua jalur baru, penambahan listrik aliran atas, serta modifikasi persinyalan dan telekomunikasi. Ferdian menambahkan, tahap ultimate akan dimulai dari desain pada 2025 ini dan ditargetkan selesai dalam lima tahun ke depan.

“Jadi nanti untuk tahap ultimate itu ada penambahan area. Jadinya nanti akan nyeberang juga ke peron 3 dan 4. dan ada pelebaran di peron 3 dan 4. Kalau sekarang itu peron 5 dan 6 yang existing, yang sekarang masih dipakai untuk arah Rangkas, itu nanti akan ada sentuhan revitalisasinya.,” jelasnya.

Selain Tanah Abang, Ferdian menyebut ada proyek revitalisasi lain yang sedang berjalan. Ia menjelaskan pihaknya sedang merevitalisasi Stasiun Rangkasbitung dan sedang melanjutkan tahapan revitalisasi di Stasiun Manggarai.

“Tahun ini kami juga sedang merevitalisasi Stasiun Rangkas Bitung, sedangkan untuk nanti ke depannya akan ada penyelesaian atau tahapan lanjutan dari Stasiun Manggarai,” ujarnya.

Suasana Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Senin (30/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Kemarin sudah sempat dibahas juga untuk peningkatan kapasitas lintas di jalur Tanah Abang menuju ke Rangkas Bitung. Ya untuk mengakomodir, kalau sekarang kan hitungannya masih 10 menit ya, nah ini nanti ditargetkan jadi bisa 5 menit, itu insya Allah juga akan ada revitalisasi lain bersama dengan KAI dan KCI di sepanjang lintas tersebut,” tambahnya

Setelah direvitalisasi, seluruh kedatangan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung di Stasiun Tanah Abang akan masuk melalui jalur 3 di bangunan lama.

Setelah itu, rangkaian Commuter Line akan langsir ke jalur 5 atau 6 di bangunan lama untuk kembali berangkat ke arah Serpong hingga Rangkasbitung.

Untuk penumpang dari Rangkasbitung yang ingin melanjutkan perjalanan ke Manggarai pun kini mendapat kemudahan. Mereka tak perlu lagi berpindah peron, karena kereta yang berhenti di jalur 2 sudah membuka dua sisi pintunya sekaligus untuk melayani penumpang yang naik dan turun.