Melihat Petani Kembang Pihong di Jakarta: Bunga untuk Orang Mati

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebun kembang pihong milik Irma di bantaran Kali Pesanggrahan bersebrangan dengan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kebun kembang pihong milik Irma di bantaran Kali Pesanggrahan bersebrangan dengan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Irma (38), meraup cuan di musim ziarah ini. Kembang Pihong miliknya laris manis diborong pengepul.

Di lahan seluas lebih dari 150 meter persegi itu, di bantaran Kali Pesanggrahan, Jaksel, Irma sudah tiga tahun ini menanam kembang Pihong.

Lahan itu bukan miliknya, tapi milik Pemprov DKI. Daripada jadi lahan kosong terbengkalai, Irma dan beberapa rekannya menggunakan lahan itu.

"Kita mah langsung nanam aja. Ini lahan kali perairan, lahan pemerintah. Cuma dikelola kita sendiri," tambah Irma yang ditemui kumparan, Selasa (12/3).

Irma, petani kembang pihong di bantaran Kali Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
Kebun kembang pihong milik Irma di bantaran Kali Pesanggrahan bersebrangan dengan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Kebun kecil itu diurus oleh Irma dan suaminya, Ableh, yang juga bekerja sebagai pemulung. Tak ada campur tangan swasta maupun pemerintah yang ikut membudidayakan kembang pihong milik Irma.

Inisiatif menanam kembang ini tak serta-merta muncul begitu saja. Irma juga pernah menanam kembang Pihong di Bambu Apus, Jakarta Timur.

"Awalnya sih dari Bambu Apus tadinya saya nanam, jadi di sini ya inisiatif nanam sendiri," tuturnya.

Irma menyebut ia sempat memanen sedikit kembang pihongnya beberapa waktu lalu. Namun kembangnya kini sedang tak tumbuh subur.

Intensitas hujan yang tak jelas, membuat kembang pihong Irma juga diserang oleh hama.

"Udah panen sih, kemarin ngambil sedikit. Cuma sekarang kembangnya lagi kurang subur. Karena musim hujan jadi banyak hama," imbuh Irma.

Kebun kembang pihong milik Irma di bantaran Kali Pesanggrahan bersebrangan dengan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2024). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Ulat menjadi musuh kebun kembang pihong Irma. Beruntung pada musim ziarah kubur ini, kembang pihong Irma laku keras. Khususnya bagi pelanggan Irma di Bambu Apus.

"Engga punya langganan di sini (TPU Tanah Kusir). Langganannya di Bambu Apus," jelas dia.

Kembang pihong Irma dibanderol Rp 10 ribu per ember pada hari biasa. Rezeki Irma, musim ziarah kubur pun datang, harga per embernya kini menyentuh Rp 15 ribu per ember.

Namun untuk keuntungannya, hal itu bergantung pada kualitas dari kembang pihong miliknya. Dia biasa mengirimkan kembang menggunakan motor atau jasa ojek online.

"Ya naik motor, kadang lewat Gojek. Kalau kembangnya sedikit paling cuma buat ongkos saja, ya," terang Irma.

Untuk kesehariannya, Irma mengandalkan nafkah dari sang suami sebagai pemulung. Ia juga tinggal bersama kakak dari suaminya.

Sedangkan Irma sendiri hanya menjadi petani kembang pihong. Sisa waktunya ia habiskan untuk mengurus rumah tangga.

"Ya suami sih pekerjaan lain. Mulung dia. Sehari-hari dari suami, paling tambahan ya dari kembang pihong itu," beber Irma.

"Enggak jualan, cuma ini lagi bikin takjil buat orang masjid. Sehari-hari ibu rumah tangga aja," pungkasnya.