Melihat Playground Lokasi Bocah 4 Tahun di Makassar Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Taman Pakui Sayang Makassar di area perkantoran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulsel yang merupakan lokasi hilangnya bocah 4 tahun.  Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Taman Pakui Sayang Makassar di area perkantoran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulsel yang merupakan lokasi hilangnya bocah 4 tahun. Foto: Dok. kumparan

Hari ini, adalah hari ke-5, hilangnya Bilqis (4), seorang anak perempuan yang ikut ayahnya berolahraga di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu pagi (2/11).

Saat itu, Bilqis tengah bermain pasir di playground, sedangkanya ayahnya bermain tenis di lapangan yang berada di samping playground.

kumparan mencoba melihat lebih dekat lokasi terakhir Bilqis hilang pada Kamis (6/11). Dari pantauan, Taman Pakui Sayang berada di area perkantoran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulsel.

Taman itu memang salah satu lokasi favorit warga Makassar untuk berolahraga. Sebab, taman yang diresmikan oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2017 lalu, memiliki jogging track dan juga wahana bermain anak.

Setiap sore hari, Taman Pakui Sayang ramai orang berolahraga. Puncaknya pada setiap hari libur atau Sabtu-Minggu. Jadi, banyak keluarga menghabiskan waktunya di Taman Pakui Sayang.

Tapi, di Taman Pakui Sayang tidak tampak kamera pemantau atau CCTV.

Suasana Taman Pakui Sayang Makassar di area perkantoran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulsel yang merupakan lokasi hilangnya bocah 4 tahun. Foto: Dok. kumparan

Lokasi Terakhir Bilqis

Pagi itu, Bilqis ikut dengan ayahnya, Dwi Nurmas (34 tahun), berolahraga di Taman Pakui Sayang. Saat itu, Ayahnya sedang main tenis lapangan. Sedangkan ibunya ada di rumah, tak ikut.

Ketika ayahnya main tenis, Bilqis bermain di Playground. Playground ini berada tepat di sebelah lapangan tenis. Sehingga segala aktivitas Bilqis masih bisa dipantau atau dilihat ayahnya.

Dwi mengatakan, saat main tenis lapangan, ia sesekali memanggil anaknya. Dan Bilqis pun menyahut. Tapi, tidak lama kemudian, Bilqis sudah tidak lagi menyahut ketika dipanggil ayahnya. Sehingga, sang ayah ketika itu langsung panik.

“Saya biasa memang bawa anak saya ke lapangan tenis (Taman Pakui). Saat saya main tenis, Bilqis juga main pasir di taman,” kata Dwi Nurmas kepada wartawan, Kamis (5/11).

Jarak pandang antara ayahnya dan Bilqis diperkirakan hanya sekitar 4 hingga 5 meter.

“Saya pantau ji, biasa saya panggil bilang Bilqis, dia jawab iye bapak. Tapi, saat game ketiga, saya panggil sudah tidak dijawab,” sambungnya.

Dwi Nurmas (34 tahun), ayah Bilqis, bocah yang hilang saat bermain di playground. Foto: Dok. Istimewa

Saat Bilqis sudah tak menjawab panggilan ayahnya, situasi di Playground juga sudah tidak ada orang. Dwi mengaku tidak melihat orang yang mendekati atau membawa pergi anak perempuannya itu.

“Saya langsung cari. Tanya-tanya semua orang yang berolahraga. Tidak ada orang lihat,” ucapnya.

Tak menemukan anaknya, Dwi Nurmas pun langsung berinisiatif melaporkan kehilangan di Polsek Panakkukang Makassar.

Polisi Selidiki

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahid mengatakan telah menerima laporan dari orang tua korban. Polisi tengah menindaklanjuti laporan itu.

“Sudah ada laporannya, sementara kami selidiki mencari korban,” katanya terpisah.

Dari pantauan CCTV di luar taman, terlihat Bilkis digandeng oleh seorang perempuan. Perempuan itu juga membawa dua anak lain, laki-laki dan perempuan.

Keluarga mengaku tidak mengenal siapa perempuan itu.