Melihat Puing-puing Sisa Erupsi Merapi 2010

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Gunung Merapi yang berada di antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini berstatus Siaga atau level III. Salah satu gunung teraktif di Indonesia ini sempat mengalami erupsi dahsyat pada 2010 lalu.

Puing-puing sisa erupsi Gunung Merapi dapat disaksikan hingga sekarang di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman.

Pada Senin (16/11), kumparan berkesempatan mengunjungi museum tersebut. Rumah-rumah yang hancur karena tersapu material vulkanik dan awan panas menjadi saksi sejarah.

Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Erupsi Merapi tahun 2010 menewaskan sekitar 353 warga, termasuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan.

Lokasi Terdampak Merapi 2020

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman Aris Herbandang mengatakan lokasi tersebut (museum terbuka) memang terdampak langsung erupsi Merapi 2010.

"Di situ terdapat timbunan material Merapi yang masih utuh tertumpuk hingga merusak rumah," kata Bandang kepada wartawan, Senin (16/11).

Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Para penghuni di padukuhan tersebut telah pindah. Selain itu daerah tersebut diusulkan menjadi kawasan cagar alam lantaran merupakan saksi sejarah kedahsyatan erupsi Merapi dan dapat dijadikan wisata edukasi.

"Ini sedang diusulkan sebagai salah satu kawasan cagar alam geologi endapan erupsi muda Gunung Merapi," kata Bandang.

Sementara Wawan, warga Glagaharjo yang tak jauh dari lokasi menjelaskan, museum tersebut berjarak sekitar 13 km dari puncak Merapi.

"Itu memang kena erupsi Merapi. Warga sudah pindah," katanya.

Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Puing-puing sisa erupsi Merapi 2010 di museum terbuka di Padukuhan Bakalan, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan