Melihat Strategi AS Mencegah Serangan Bom di Sekolah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah petugas kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi tempat terduga pelaku pengeboman meledakkan diri di Round Rock, Texas, sebelah utara Austin, Amerika Serikat, Rabu (21/3/2018). Foto: Suzanne Cordeiro / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi tempat terduga pelaku pengeboman meledakkan diri di Round Rock, Texas, sebelah utara Austin, Amerika Serikat, Rabu (21/3/2018). Foto: Suzanne Cordeiro / AFP

Publik Indonesia dikejutkan dengan tindakan seorang siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, yang membawa dan meledakkan bom rakitannya di sekolah pada Selasa (14/7) โ€” pekan pertama tahun ajaran baru.

Dari kesaksian sejumlah rekan, aksi siswa berinisial R itu terinspirasi dari kasus di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada 2025 lalu. Dalam kasus tersebut, seorang siswa membawa sejumlah bom rakitan dan meledakkan empat di antaranya di masjid sekolah saat salat Jumat.

Kasus kekerasan menggunakan bahan peledak di kalangan anak hingga remaja juga pernah terjadi di luar negeri, salah satunya di Amerika Serikat (AS).

Pekerja kebersihan menyapu lantai sekolah pascaledakan bom rakitan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026). Foto: Fitra Yogi/ANTARA FOTO

Menurut catatan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF), pada 2025-2026 terjadi sejumlah kecil upaya serangan yang melibatkan bahan peledak di sekolah-sekolah di AS.

Pada Mei 2025, dua remaja berusia 14 dan 15 tahun ditangkap karena berencana melakukan pengeboman massal di Evergreen Institute of Excellence di Cottonwood, California.

Barang bukti kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta pada Konferensi Pers Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025). Foto: Rinddy Seftyan/kumparan

Kasus lain dilaporkan CBS News pada April 2026. Saat itu polisi menangkap seorang remaja berusia 14 tahun yang diduga meledakkan bom rakitan di toilet umum di New York City. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

Selain pada 2025 dan 2026, ATF mencatat terdapat 17 insiden bom di sekolah pada 2014. Setahun kemudian, pada 2015, tercatat enam kasus serupa.

Untuk mencegah aksi kekerasan menggunakan bahan peledak, pemerintah federal AS menerapkan berbagai langkah pencegahan yang melibatkan sejumlah lembaga dan kementerian terkait.

Sejumlah penonton mendengarkan pidato Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dalam sebuah acara tentang kekerasan senjata di John R. Lewis High School di Springfield, Virginia, Amerika Serikat, Jumat (2/6/2023). Foto: ALEX WONG/Getty Images via AFP

If You See Something, Say Something

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) pada 2010 meluncurkan kampanye "If You See Something, Say Something". Kampanye itu mengajak masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan sebagai upaya mencegah berbagai ancaman, termasuk serangan bom.

Pada 2018, DHS menetapkan setiap 25 September sebagai Hari Awareness yang terkait "If You See Something, Say Something". Penetapan tersebut bertujuan memperluas kampanye sekaligus meningkatkan kewaspadaan publik terhadap ancaman teror, termasuk penggunaan bahan peledak.

instagram embed

Pemerintah federal AS juga memberikan kewenangan kepada Biro Investigasi Federal (FBI), DHS, dan Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC) untuk mengidentifikasi rencana teror bom sebelum terjadi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, ketiga lembaga itu melakukan pemantauan dan investigasi terhadap organisasi teroris internasional maupun kelompok ekstremis domestik. Mereka juga didorong membentuk satuan tugas bersama aparat penegak hukum di tingkat negara bagian dan lokal guna mencegah aksi kekerasan menggunakan bom.

Langkah lainnya adalah menyusun pedoman penanganan ancaman bom. DHS juga membentuk Kantor Pencegahan Bom (Office for Bombing Prevention/OBP) untuk memperkuat upaya mengurangi ancaman serangan bom di AS.