Melihat Suasana Meugang di Aceh Jelang Ramadhan di Masa Pandemi Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedagang daging meugang di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar. Foto:  Zuhri Noviandi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pedagang daging meugang di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Harga daging meugang di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar mencapai Rp 150.000 perkilo, harga itu diperkirakan akan tetap stabil hingga hari kedua meugang, besok.

Pantauan kumparan suasana pasar meugang di tengah wabah COVID-19 kali ini sedikit berbeda seperti biasanya, pedagang dan masyarakat (pembeli) tidak terlalu ramai dan sebagian mereka juga tampak mengenakan masker.

Harga daging meugang itu meningkat Rp 20 ribu dari harga biasanya hanya Rp 130 ribu, seperti halnya di pasar Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.

Pedagang daging meugang di sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

“Kalau hari-hari biasanya, harga daging sapi di pasar induk Lambaro Rp 130 per kilogram, kenaikan harga daging ini memang sudah wajar dan setiap tahunnya setiap hari meugang harga daging bertahan di angka Rp 150 ribu,” kata Ajis, salah seorang pedagang di Pasar Lambaro saat diwawancarai kumparan, Rabu (22/4).

Menurut Ajis selain karena hari meugang, kenaikan harga tersebut juga faktor harga sapi yang dibeli pedagang lebih mahal dari biasanya. Ajis mengatakan, masyarakat harus bisa memaklumi dan menerima mengingat kondisi masih di tengah pandemi virus corona.

collection embed figure

Karena kondisi virus corona pembeli juga tidak ramai seperti meugang tahun-tahun sebelumnya. Harga Rp 150 ribu sebenarnya sudah relatif stabil--Ajis, pedagang

Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh menyambut bulan suci Ramadhan, meugang menjadi moment penting untuk berkumpul dengan keluarga sembari menyantap masakan daging bersama sehari sebelum puasa. Tradisi seperti ini telah berlangsung secara turun-temurun dari sejak masa Sultan Iskandar Muda.

Pedagang melayani pembeli daging di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (22/4). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Di hari meugang, bagi seorang ibu, memasak daging adalah wujud kecintaan kepada keluarga. Sementara bagi seorang ayah, membeli daging di untuk meugang adalah bentuk tanggung jawab.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.