Melihat Teknologi Bodycam yang Terpasang di Seragam Anggota Polri

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasatgas E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman. Foto: Raga Imam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasatgas E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman. Foto: Raga Imam/kumparan

Polda Metro Jaya mulai membekali anggotanya dengan bodycam (body camera). Sejumlah fitur canggih sudah tersambung langsung dengan command center di Mapolda Metro Jaya.

Bodycam berfungsi sebagai alat pengawasan situasi Kamtibmas dan juga sebagai pengawasan kinerja personel kepolisian di lapangan. Kasatgas e-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman menjelaskan kelebihan dari bodycam tersebut.

Ia mengatakan, alat itu bisa digunakan streaming live jika diperlukan di kondisi tertentu. Streaming itu akan langsung dipantau oleh anggota yang bertugas memantau aktivis bodycam. Kecanggihan lainnya, alat itu bisa merekam nonstop selam 20 jam.

Ilustrasi Body Cam Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Kelebihan lain dari bodycam ini selain dia bisa streaming live saat diperlukan, kapasitas baterai 8 jam nonstop. Di dalam situ juga ada memory 32 gb, itu diasumsikan bisa merekam nonstop 20 jam,” kata Arief di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (11/12).

“Jadi ketika personel setelah menggunakan maka semua data di bodycam akan terbackup di main server. Gitulah kerjanya bodycam,” tambahnya.

Kamera dalam bodycam memiliki resolusi 32 megapixel. Beratnya juga tidak sampai 200 gram. Alat itu tahan air hingga debu. Arif jug menyebut, bodycam akan segera didistribusikan ke anggota polantas Ditlantas Polda Metro Jaya.

Ilustrasi Body Cam Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Mulai minggu depan bodycam ini kita distribusikan. Rencana hari Jumat kita latihan, ada 16 kamera yang akan kita bagikan kepada 7 induk petugas PJR sementara,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, di dalam alat tersebut ada fitur panic button. Dalam posisi darurat, lanjut dia, petugas di lapangan bisa menekan tombol tersebut dan akan terkoneksi dengan petugas TMC yang akan melacak keberadaan posisi petugas tersebut.

“Dalam bodycam ini ada fitur panic button sehingga dalam posisi darurat petugas akan menekan tombol tersebut nanti dalam TMC akan terinfokan di mana dan koordinat mana dalam kondisi emergency karena ada GPS. Kalau dipencet, panic button alarm kita bunyi,” tuturnya.

Petugas menunjukan Body Cam di Jakarta, Kamis (5/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Bodycam yang disematkan di seragam anggota Polri juga dapat dikendalikan dari command center e-TLE Polda Metro Jaya. Sehingga petugas di lapangan tak bisa seenaknya mematikan kamera.

Sejauh ini, bodycam akan dipasang ke 16 petugas Patroli Jalan Raya (PJR). Targetnya untuk penerapan pertama bisa mengoperasikan 100 bodycam hingga awal Januari 2020.

kumparan post embed