Melihat Tragedi Robohnya Balkon BEI, 77 Korban Berjatuhan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Jakarta kembali dirundung duka. Sebanyak 77 orang menjadi korban akibat robohnya selasar di lantai 1 tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis (15/1) kemarin.

Tragedi yang tak disangka itu berawal dari suara gemuruh yang muncul dari lantai 1 tower 2 tersebut pada pukul 11.54 WIB. Salah seorang karyawan BEI mengira suara gemuruh yang muncul dari dalam gedung tower 2 tersebut berasal dari gempa. "Kirain ada gempa, sekitar beberapa detik," kata Kuwadi (43), karyawan Ernst & Young di Gedung BEI, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (15/1).

Saksi lain bernama Nalda mengatakan, area selasar atau balkon tiba-tiba yang roboh tersebut cukup luas hingga menimpa lantai dasar yang menjadi tempat resepsionis dan kedai kopi starbucks. Sontak, kejadian itu membuat panik seluruh penghuni gedung BEI.

Asap dari reruntuhan memenuhi lantai dasar, dan ada air yang keluar dari instalasi yang rusak karena lantai roboh. Akibat kejadian itu, puluhan korban di lantai dasar yang terluka pun segera dievakuasi ke area taman tower 2.

Korban akibat robohnya tower ini diketahui terdiri pegawai dan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, yang sedang melaksanakan study tour. Hingga berita ini diturunkan, jumlah mahasiswa yang menjadi korban mencapai 50an lebih.

Suasana korban rubuhnya balkon di BEI (Foto: Fadjar Hadi/kumparan)

Sebanyak 15 ambulan diturunkan untuk membawa para korban ke rumah sakit. Para korban tersebut dirawat di tiga rumah sakit yakni Rumah Sakit MRCC Siloam Hospital, Rumah Sakit Pusat Pertamina, dan Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo. Untuk mempercepat evakuasi, taksi, mobil pribadi, hingga mobil patroli juga dikerahkan untuk membawa korban ke rumah sakit.

Para korban akibat runtuhnya balkon lantai 1 tower 2 BEI juga megnalami luka yang beragam. Banyak yang mengalami patah pinggang hingga kaki akibat tragedi tersebut.

Salah satu saksi mata, Syahrino, mengaku para korban kebanyakan mengeluhkan sakit pada pinggang dan kaki.

"Kondisi korban banyak yang mengeluhkan patah pinggang dan patah kaki. Karena mereka mengeluh tolong pinggang dan kaki jangan disentuh," kata Syahrino, Senin (15/1).

Suasana di gedung BEI usai balkon tower II roboh (Foto: Helmi Afandi/kumparan)

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Singgih Marsudi mengatakan, pihaknya menjamin biaya pengobatan bagi mereka yang terdaftar dalam program BPJS.

"Itu dari BPJS Ketenagakerjaan punya sesuai dengan lingkungan mereka yang sudah tercover dari BPJS Ketenagakerjaan semua ditanggung BPJS semua sampai dengan sembuh, unlimited. Apabila adanya cacat, termasuk kecacatan juga itu dibayar sepenuhnya oleh BPJS," kata Singgih di lokasi, Jakarta, Senin (15/1).

Bagi korban yang belum terdaftar di BPJS, Singgih mengatakan pihaknya sudah menyiapkan petugas untuk mendata dan mendaftarkan korban-korban yang belum terdaftar di BPJS. Setelahnya, barulah seluruh biaya pengobatan akan dialihkan ke BPJS sampai mereka sembuh.

Anies menjenguk korban BEI di RS Siloam (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Akibat tragedi tersebut, BEI sempat mengumumkan, perdagangan saham sesi II pada Senin (15/1) siang, diundur hingga satu jam ke depan.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan, perdagangan efek pada Selasa (16/1) akan berjalan normal seperti biasa. Robohnya balkon lantai 1 tower 2 gedung BEI tidak mengganggu perdagangan saham di BEI.

Direktur Utama BEI, TIto Sulistio juga memastikan sistem perdagangan saham berjalan normal dan tidak terganggu insiden robohnya balkon lantai 1 tower 2 gedung BEI.

"Sistem perdagangan bursa tidak ada gangguan sama sekali, sudah berjalan, bursa jalan, perdagangan jalan," kata Tito di lokasi, Senin (15/1).

Saat ini, insiden tersebut masih ditindaklanjuti oleh pengelola gedung BEI (PT First Jakarta International) dan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Konferensi Pers di BEI (Foto: Paulina Heras/kumparan)

Berikut daftar korban yang berhasil dihimpun kumparan:

RS MRCCC

1 Ny. Frediccia S

2 Tn. Yudistira

3 Ny. Yuliana

4 Nike

5 Ny. Hanyani

6 Tn. Jordan

7 Febriyanti

8 Ny. Dahlian Aritonang

9 Nora

10 Bella Ayu

11 Rahayu S

12 Ny. Riska Herdiana

13 Ny. Ria Maria

14 Nina Yudisia

15 Ny. Bella Adelia

16 Wida Riyanti

17 Ny. Suci Maulida

18 Ny. Wanda Lestari

19 Bunga Febby

20 Ny. Tiara Indah Sakti

21 Teti R Siahaan

22 Ny. Regina

23 Ny. Nilrah

24 Ny. Dedrit Sepriata

25 Tn. I Gusti Ngurah

26 Ny. Nina Meidania

27 Ny. Elise Lilasari

28 Ny. Diana Febrianti

29 Ny. Alvita P

30 Widar Yanti

31 Tn. Roby Meidiansyah

32 Ny. Dea

video youtube embed

RSPP

33 Ny. Sylvia (36)

34 Tn. Imanuel (20)

35 Tn. Jonathan (22)

36 Tn. Daru (44)

37 Ny. Siti Latifah (22)

38 Tn. Angga (21)

39 Ny. Nova (23)

RSAL Mintoharjo

40 Desi Agustin (20)

41 Miranda (20)

42 Firda (20)

43 Siti Nurhanifa (24)

44 Indah (20)

45 Meli Anjani (20)

46 Sandra (20)

47 Fransisca (21)

48 Oktarina Sarah (20)

49 Indah Yulianti (20)

50 Kiki (20)

51 Gita (20)

52 Desvahera (21)

53 Karmeta (20)

54 Dita

55 Apriyani

56 Deka

embed from external kumparan

RSUD Tarakan

57 Ny. Siti Nurhayati (48)

RS Jakarta

58 Yunita (22)

59 Kartika Agustina (20)

60 Efi tri Wahyuni (21)

61 Mirza (21)

62 Ayu Rika (22)

63 Pradita Amelia (21)

64 Rike Damayanti (20)

65 Rika Rosari (20)

66 Cindy Napia (24)

67 Morel (23 )

68 Ira (21)

69 Mustika Wilandari (21)

70 Arian Pradana (21)

71 Mona (21)

72 Fitria Anggraini (22)

73 Kilun Haneti (20)

74 Nurhafiza (21)

75 Nur Dwi Halima (23)

76 Suci Wulandari (22)

77 Irtha (20)