Melihat Trotoar di Depan Stasiun Pasar Minggu yang Semrawut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di sekitar Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (11/5/2925). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di sekitar Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (11/5/2925). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Berjalan di trotoar di depan Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harus ekstra hati-hati. Ada banyak sepeda motor yang masuk ke atas trotoar melintas di jalan yang bukan haknya.

Pantauan, Minggu (11/5) pukul 17.40 WIB, tampak banyak pedagang di atas trotoar. Kadang ada juga motor yang naik ke trotoar. Selain itu, di depan stasiun, banyak pengendara lawan arus.

Arief (24), warga sekitar yang hampir tiap hari melintasi kawasan ini, mengaku sudah terbiasa dengan kondisi semrawut itu.

“Bagaimana ya, sudah dari lama kayak gini. Sebetulnya kalau dirapihin dan dikasih area sendiri (untuk pedagang) lebih bagus sih, tapi kan memang stasiun ini sempit," ” kata Arief di lokasi.

Suasana di sekitar Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (11/5/2925). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Soal motor yang parkir sembarangan di depan stasiun, Arief berharap ada penertiban. “Ya kalau bisa jangan mangkal di sana, bikin macet apalagi kalau lagi rame,” ucapnya.

Sementara itu, Diandra (35), pekerja yang tinggal di kos sekitar Pasar Minggu, punya keluhan serupa. Ia menyebut area tersebut rawan macet, terutama saat jam pulang kerja.

“Iya soal itu memang bikin macet, nggak cuma gojek soalnya ada emang yang parkir di depan. Belum lagi kalau rame pada lawan arah,” tutur Diandra.

Mereka berharap trotoar di depan Satasiun Pasar Minggu itu bisa lebih rapi.