Melihat Vihara Dharmayana di Kuta yang Padukan Budaya Bali-China

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Upacara tolak bala di Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio, Kuta, Bali, jelang Tahun Baru Imlek 2570. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Upacara tolak bala di Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio, Kuta, Bali, jelang Tahun Baru Imlek 2570. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio di Kuta, Bali, mengelar upacara tolak bala menyambut Tahun Baru Imlek 2570. Upacara tolak bala digelar untuk menghormati para leluhur.

Uniknya, upacara tolak bala di Vihara Dharmayana memadukan tradisi warga China dan Bali. Biasanya, warga sembahyang diiringi dengan parade barongsai. Biasanya, dalam upacara tolak bala, para keturunan China akan menggunakan pakaian putih-putih untuk sembahyang kepada dewa. Namun, di Vihara Dharmaya, khususnya kaum perempuan menggenakan kebaya dan kain serta ikat pinggang bak perempuan Hindu Bali.

Upacara tolak bala di Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio, Kuta, Bali, jelang Tahun Baru Imlek 2570. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Para perempuan nampak cantik dengan berkebaya putih, serta berkain berwarna oranye dan ikat pinggang merah. Mereka juga membawa canang sari sebagai simbol penghormatan. Terlihat di bagian dahi mereka juga disematkan bija atau benih padi. Sementara para lelaki nampak gagah menggenakan pakian putih-putih dilengkapi dengan ikat pinggang merah. Sungguh terasa suasana Hindu Bali selama bersembahyang.

Upacara tolak bala di Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio, Kuta, Bali, jelang Tahun Baru Imlek 2570. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Pengelola vihara Adi Dharmaja Kusuma mengatakan, akulturasi ini baru dilakukan pertama kalinya tahun ini. Hal ini sebagai upaya menciptakan suasana saling menghormati dan menghargai antara warga Bali dengan China. Apalagi, 80 persen warga China di Bali telah menikah dengan penduduk Bali yang mayoritas adalah umat Hindu. "Akulturasi ini sebagai bentuk penghormatan kami," kata Adi di Vihara Dharmayana, Senin (4/1).

Upacara tolak bala di Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio, Kuta, Bali, jelang Tahun Baru Imlek 2570. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Meski hujan sempat deras, antusisme warga mengikuti upacara tak melorot. Beberapa di antara mereka sabar menanti hujan reda agar doa dan parade segera dilaksanakan, begitu juga dengan anak-anak yang mengenakan congsam. Pada awal upacara, sejumlah tokoh adat memulai doa di depan vihara, lalu dua orang anak membawa lampion keluar sebagai tanda parade dimulai. Para perempuan yang membawa canang sari pun ikut turun ke jalan, diikuti kaum lelaki sembari membawa sejumlah tongkat. Tiba-tiba dentuman musik bergaung keras, menandakan barongsai mulai ikut berparade. Tubuh barongsai itu meliuk kesana kemari. Barisan parade ditutup dengan sebuah naga hijau.

Upacara tolak bala di Vihara Dharmayana atau Lee Gwan Bio, Kuta, Bali, jelang Tahun Baru Imlek 2570. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Parade ini menyusuri Jalan Blambangan menuju Jalan Kali Angeh, Jalan Raya Kuta, dan kembali lagi ke vihara. Uniknya lagi, dalam parade ini juga sejumlah rumah warga terlihat mengantungkan angpao, yang kemudian digigit oleh barongsai bercorak hitam merah itu. "Upacara tolak bala ini adalah mempersembahkan sesajian kepada arwah-arwah yang tidak berada di tempatnya. Dengan harapan mereka bahagia," tutup Adi.