Melihat 'Wisuda' Jemaah Haji Sidrap: Pakai Baju Khas Bugis Bertabur Emas
ยทwaktu baca 2 menit

Banyak cara jemaah haji dalam mengekspresikan kebahagiaan setelah melaksanakan semua prosesi haji. Jemaah asal Sidrap, Sulawesi Selatan, salah satunya. Mereka kompak bersolek sebelum terbang kembali ke Indonesia.
Pemandangan unik terjadi di hotel 301 kawasan Syisyah, Makkah. Jemaah asal Sidrap baik ibu-ibu dan bapak-bapak sibuk berdandan sebelum bergerak ke Jeddah untuk terbang ke Indonesia.
Ibu-ibu langsung mengenakan baju khas Bugis yang mereka sebut sebagai baju Turun. Baju itu berwarna-warni, ada pink, merah, hitam, lengkap dengan berbagai aksesoris. Baju itu mirip baju kurung tapi dengan bahan yang lebih tipis.
Yang bikin gagal fokus tak lain perhiasan yang mereka pakai. Mulai dari anting, gelang, kalung, dan perhiasan lainnya. Ya, semua terbuat dari emas.
Sementara, untuk bapak-bapak mereka menggunakan gamis panjang lengkap dengan sorban dan pengikat kepala.
Setelah selesai bersolek, mereka berjalan di lorong-lorong hotel untuk menyapa sejumlah jemaah haji yang masih menunggu waktu kepulangan.
"Ini memang seperti ini sudah turun temurun pakai baju khas Bugis seperti ini kalau pulang haji," kata Atira, di Makkah, Rabu (5/7).
Hal serupa disampaikan Andi Supandi. Andi mengatakan, dulu masyarakat Bugis mengganti pakaian saat turun dari kapal sepulang haji. Karena memang perjalanan menggunakan kapal laut membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Kini, karena dengan pesawat, jemaah asal Sulawesi Selatan sudah mengganti pakaian sejak di hotel.
"Memang begitu, dulu turun dari kapal baru ganti baju, sekarang dari sini," ucap dia.
Jemaah haji sudah mulai pulang ke Indonesia sejak tanggal 4 Juli 2023. Untuk jemaah haji gelombang II akan mulai berangkat ke Madinah pada 10 Juli 2023 dan secara bertahap kembali ke Indonesia hingga 2 Agustus 2023.
