Melki Sedek: Dari Ibu Diintimidasi, Sampai Dilaporkan Lakukan Kekerasan Seksual

22 Desember 2023 11:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang usai konferensi pers serikat buruh, tani dan mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (26/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua BEM UI Melki Sedek Huang usai konferensi pers serikat buruh, tani dan mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (26/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua (Nonaktif ) BEM UI Melki Sedek Huang sangat yakin tidak pernah melakukan kekerasan seksual terhadap siapa pun. Katanya, ia siap membuktikan ke pihak kampus.
ADVERTISEMENT
Melki menjelaskan, aturan penonaktifan pengurus BEM UI 2023 memang dibuatnya sendiri. Jadi ketika ada laporan dugaan kekerasan seksual masuk atas nama dirinya, Melki mengikuti proses yang berlaku di internal BEM. Dia dinonaktifkan oleh Wakil Ketua BEM UI sesuai prosedur.
"Ketika ada laporan atas nama saya maka saya harus mengikuti aturan itu sendiri. Biarkan proses itu yang kemudian membuktikan, biar saya yang membuktikan karena saya siap mengikuti segala proses yang ada," kata Melki kepada wartawan, Jumat (22/12).
Kasus Melki saat ini sedang ditangani oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI pimpinan Prof. Manneke Budiman.

Intimidasi dan Doxing

Melki mengaku intimidasi dan doxing semakin mengalir ke dirinya belakangan ini. Apakah itu terkait dengan dugaan kekerasan seksual atau tidak, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2019 ini tidak bisa memastikan.
ADVERTISEMENT
"Teman-teman BEM UI, teman-teman gerakan mahasiswa lain pun yang menyampaikan kitik, tentu teman-teman akrablah dengan intimidasi. Serangan buzzer, ancaman, setiap kali kami berdemonstrasi hampir pasti kami ditanyai aparat, diminta tidak berdemonstrasi. Banyak sekali intimidasi yang didapatkan," jelas Melki.
"Bahkan ibu saya sempat didatangi aparat keamanan ditanyai tentang hubungan privat saya dan ibu saya. HP, WA, Line, Instagram, Telegram, sempat diretas. Tidak hanya saya, teman-teman mahasiswa lain juga," sambungnya.
Soal ibu diintimidasi ini, Melki pun sempat pulang ke kampung halamannya di Pontianak, Kaltim, awal bulan November. Selama ini ia memang dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap pemerintahan Jokowi.
Melki merasa, bila keluarga yang sudah didatangi, bukan lagi hal biasa.
ADVERTISEMENT
Melki juga mengaku di-doxing di Instagram. Bahkan sempat dituduh gay.
Ia berharap hal-hal seperti itu jangan sampai berkembang luas. Sebab, bisa jadi mengganggu penyelidikan pihak kampus.
Tangkapan layar doxing terhadap Melki. Foto: X/@namasayamelki

Imbauan Satgas PPKS buat Melki

Dihubungi terpisah, Ketua Satgas PPKS UI, Prof Manneke Budiman, mengatakan, pihaknya akan bekerja secara senyap terkait kasus ini. Manneke juga meminta pihak terkait, termasuk Melki, tidak terlalu gembar-gembor di media sosial.
"Sebenarnya kepada pihak terlapor pun kita harapannya tidak terlalu gembar-gembor. Karena selalu setiap kali dia muncul terlalu banyak juga membuka pintu bagi bullying ke dirinya," kata Guru Besar Ilmu Susastra FIB UI ini.
"Saya kira kala nanti dia tidak bersalah, oke dia punya alasan untuk bergembira dan bersuka ria mengeksploitasi medsos secara maksimal, mungkinlah. Tapi kalau terbukti, kan, nanti jadi malu sendiri," tuturnya.
Prof. Manneke Budiman. Foto: Instagram/@mannekebudiman