Memahami Dosis dan Cara Pemberian Vaksin Corona: Sinovac hingga Pfizer

Kementerian Kesehatan menerbitan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk para tenaga kesehatan, khususnya vaksinator di Indonesia. Juknis ini dibuat sebagai acuan bersama fasilitas kesehatan daerah dan pusat untuk memvaksinasi masyarakat Indonesia sesuai jenis vaksin.
Dalam juknis tersebut, termuat tata cara dan teknis pemberian vaksin. Salah satunya rentang dosis dan cara pemberian berbagai jenis vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia.
"Dosis dan cara pemberian harus sesuai dengan yang direkomendasikan untuk setiap jenis vaksin COVID-19. Vaksin COVID-19 diberikan melalui suntikan intramuskular (injeksi/suntikan) di bagian lengan kiri atas dengan menggunakan alat suntik sekali pakai (Auto Disable Syringes/ADS)," tulis edaran Kemenkes yang ditetapkan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, 2 Januari 2021.
Berdasarkan keputusan Menkes, setidaknya ada 6 jenis vaksin yang bisa digunakan pemerintah. Yakni, Sinovac asal China, Sinopharm asal China, AstraZeneca asal Swedia-Inggris, Novavax asal AS, Moderna asal AS, dan Pfizer+BioNtech asal AS.
Saat ini, Indonesia telah menerima 3 juta dosis vaksin siap pakai dari Sinovac dan sudah didistribusikan ke sejumlah daerah secara bertahap. Namun, penyuntikannya baru bisa dilakukan setelah BPOM menerbitkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization)
Berikut dosis dan cara pemberiannya:
Sinovac (inactivated virus platform). Disuntikkan dua kali (0,5 ml per dosis) ke seseorang. Penyuntikan kedua dilakukan di hari ke-14 setelah penyuntikan pertama.
Sinopharm (inactivated virus platform). Disuntikkan dua kali (0,5 ml per dosis) ke seseorang. Penyuntikan kedua dilakukan di hari ke-21 setelah penyuntikan pertama.
AstraZeneca (viral vector/non-replicating platform). Bisa disuntikkan sekali atau dua kali (o,5 ml per dosis) ke seseorang. Jika disuntik dua kali, penyuntikan kedua dilakukan di hari ke-28 setelah penyuntikan pertama.
Novavax (protein subunit platform). Disuntikkan dua kali (0,5 ml per dosis) ke seseorang. Penyuntikan kedua dilakukan di hari ke-21 setelah penyuntikan pertama.
Moderna (RNA based vaccine platform). Disuntikkan dua kali (0,5 ml per dosis) ke seseorang). Penyuntikan kedua dilakukan di hari ke-28 setelah penyuntikan pertama
Pfizer +BioNtech (RNA based vaccine). Disuntikkan dua kali (0,3 ml per dosis) ke seseorang). Penyuntikan kedua dilakukan di hari ke-28 setelah penyuntikan pertama.
