Memasuki Hari Ketiga, Kapal Selam Penjelajah Bangkai Titanic Belum Ditemukan
ยทwaktu baca 3 menit

Proses pencarian kapal selam Titan, kapal selam penjelajah bangkai Titanic, yang hilang saat melakukan ekspedisinya di perairan dalam Atlantik Utara memasuki hari ketiga pada Selasa (20/6).
Kapal selam wisata Titan yang berukuran sebesar truk ini dioperasikan oleh perusahaan wisata OceanGate. Untuk berwisata, penumpang ditarik tiket seharga Rp 2,7 miliar untuk perjalanan 8 hari menuju bangkai kapal Titanic di kedalaman 3.800 meter.
Tim gabungan dari Amerika Serikat dan Kanada saat ini sedang berpacu dengan waktu untuk menemukan kapal selam wisata dan kelima penumpangnya โ salah satunya miliarder Inggris Hamish Harding โ yang diprediksi hanya bisa bertahan dalam kurang dari 48 jam.
Dikutip dari Reuters, kapal selam berteknologi tinggi ini dirancang untuk bisa menyelam hingga kedalaman 4.000 meter dengan kapasitas oksigen selama 96 jam.
Sehingga, para penumpang di dalam kapal selam yang dilaporkan hilang pada Minggu (18/6) pagi waktu setempat itu diprediksi memiliki sisa waktu hingga Kamis (22/6) besok pagi sebelum pasokan oksigen habis.
"Pesawat-pesawat AS dan Kanada telah menyisir lebih dari 7.600 mil persegi laut lepas, sebuah area yang lebih luas dari negara bagian Connecticut," kata Kapten Penjaga Pantai AS Jamie Frederick dalam sebuah konferensi pers.
"Militer Kanada telah menjatuhkan pelampung sonar untuk mendengarkan suara apa pun yang mungkin berasal dari Titan, dan sebuah kapal komersial dengan kapal selam bawah laut yang dikendalikan dari jarak jauh juga mencari di dekat lokasi," pungkasnya.
Menurut para ahli, tim penyelamat menghadapi kendala yang signifikan dalam menemukan kapal selam Titan dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya.
Seorang profesor teknik kelautan di University College London, Alistair Greig, berpendapat jika kapal selam mengalami keadaan darurat di tengah penyelaman โ maka pilot kemungkinan besar akan melepaskan pemberat agar kapal bisa mengapung kembali ke permukaan.
"Namun, tanpa adanya komunikasi, menemukan kapal selam seukuran truk di Atlantik yang luas bisa menjadi tantangan tersendiri," ujar Greig.
Namun, jika Titan rupanya berada di dasar laut, maka upaya penyelamatan akan lebih menantang lantaran Titan dapat berada dalam kedalaman 3.200 meter di bawah permukaan.
Penyebabnya, bangkai Titanic berada di kedalaman 3.810 meter di bawah air, tidak ada sinar matahari yang masuk, tekanan air yang besar, dan hanya peralatan khusus yang dapat mencapai kedalaman tersebut.
Komunikasi atau GPS dengan Titan pun tidak dapat dijangkau sejak kapal itu hilang di lepas pantai Newfoundland, Kanada, sekitar satu jam 45 menit setelah dua jam menyelam di bawah air.
Menurut Greig, tanpa adanya komunikasi maka menemukan kapal selam seukuran truk di tengah-tengah samudra seluas Atlantik bisa menjadi tantangan tersendiri.
Seorang ahli kapal Titanic, Tim Matlin, menggambarkan medan ekstrem ini seperti kondisi di luar angkasa.
"Ini benar-benar seperti menjadi astronaut yang pergi ke luar angkasa," ujar Matlin.
"Menurut saya, jika berada di dasar laut, hanya ada sedikit kapal selam yang mampu masuk sedalam itu. Oleh karena itu, saya pikir hampir tidak mungkin untuk melakukan penyelamatan dari kapal selam ke kapal selam," jelas dia.
Laporan terbaru mengungkapkan Titan memiliki spesifikasi pengamanan khusus. Dikatakan bahwa kapal selam ini disegel dengan baut dari luar, sehingga mencegah para penumpangnya melarikan diri tanpa bantuan โ meskipun kapal itu muncul ke permukaan air.
