Membandingkan Fasilitas Commuter Line Jakarta dan New York

Transportasi umum jadi salah satu perhatian para pelancong saat berkunjung ke suatu daerah. Salah satu moda transportasi yang kini tengah populer di area Jabodetabek adalah kereta commuter line.
Dari masa ke masa commuter line di Indonesia terus bersolek, mulai dari bentuknya, hingga kebersihannya.
Commuter line nyatanya tak hanya menjadi transportasi andalan di Indonesia, tapi juga di beberapa negara lain di dunia. Di New York, Amerika Serikat, transportasi serupa bernama New York City Subway (NYCS) juga jadi favorit warga setempat.

kumparan (kumparan.com) mencoba membandingkan tingkat pelayanan dari kedua transportasi itu. Kira-kira apa saja perbedaannya?
1. Jarak Tempuh dan Jumlah Penumpang
Commuter Line di Jabodetabek saat ini memiliki total jarak tempuh sepanjang 418,5 km. Jarak tersebut ditunjang dengan 6 jalur lintasan kereta dan 75 stasiun yang beroperasi. Commuter line memiliki jumlah penumpang yang tidak sedikit, rata-rata terdapat 993.804 pengguna setiap harinya. Rekor jumlah pengguna terbanyak dalam satu hari yang tercatat di web resmi PT. KAI adalah 1.065.522.
Sedangkan NYCS memiliki jarak tempuh yang lebih panjang dari pada commuter line, yakni 1.355 km. Jarak tersebut ditunjang dengan 24 jalur kereta dan 468 stasiun yang beroperasi. Rata-rata penumpang harian yang menggunakan moda transportasi ini berjumlah 5.156.913 pada hari kerja dan sedikit meningkat menjadi 5.366.336 saat hari libur.
2. Fasilitas dan Panduan
Fasilitas yang lengkap tentu akan memberikan kenyamanan terhadap penumpang. Hal tersebut sepertinya sedang digenjot oleh PT Kerta Commuter Indonesia (KCI). Fasilitas yang saat ini sudah dimiliki PT KCI adalah gerbong ber-AC, gerbong prioritas untuk perempuan, kursi untuk penumpang berkebutuhan khusus, hingga vending machine. PT KCI nantinya juga berencana akan menambah fasilitas lain, seperti pengadaan gate elektronik, JPO antar peron, hingga underpass antar peron.

Berbeda dengan di Indonesia, NYCS di New York tampil lebih modern dengan fasilitas yang lebih lengkap. Fasilitas-fasilitas yang disediakan seperti jaringan wifi, hingga fasilitas kursi roda bagi yang membutuhkan.
Bagi para pelancong yang ingin mencoba NYCS juga tak perlu bingung dan takut kesasar, karena pihak NYCS menyediakan buku panduan berisi berbagai informasi yang sekiranya dibutuhkan penumpang. Informasi tersebut meliputi cara menelusuri armada kereta NYCS, peta, informasi kereta express dan kereta lokal, aplikasi NYCS di ponsel pintar, harga tiket, etika dan aturan di dalam kereta, hingga informasi mengenai keamanan.
3. Harga Tiket
Harga kereta commuter line Jabodetabek dikenakan tarif Rp 3.000 pada 25 km pertama, dan tambahan Rp 1.000 pada 10 km selanjutnya. Dengan fasilitas yang cukup mumpuni, harga tiket tersebut dapat dikatakan tergolong murah.
Sementara untuk NYCS, penumpang dikenakan tarif tunggal sebesar $2.75 atau setara dengan Rp 37 ribu untuk sekali perjalanan. Tarif tersebut berlaku baik untuk perjalanan dekat maupun jauh.
-------------------------
Artikel ini dibuat berdasarkan masukan dari KRL mania. Bagi kamu yang memiliki pengalaman menarik terkait dua moda transportasi andalan tersebut, yuk bagikan cerita unikmu di kumparan (kumparan.com) dengan topik ’Cerita KRL’.
