Membandingkan Hujan Lebat 1 Januari dan 23 Februari yang Buat Banjir Jakarta

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan melintasi banjir di Jalan Boulevard Raya, Jakarta (8/2).  Foto: Andesta Herli Wiajaya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan melintasi banjir di Jalan Boulevard Raya, Jakarta (8/2). Foto: Andesta Herli Wiajaya/kumparan

Hujan lebat yang melanda Jakarta pada Minggu 23 Februari 2020 membuat banjir Jakarta. Ini merupakan kali kesekian Jakarta dilanda banjir setelah diguyur hujan lebat semalaman.

Sebelumnya, warga Jakarta dan sekitarnya dikagetkan dengan banjir yang melanda banyak kawasan pada 1 Januari 2020. Hari itu, intensitas hujan terbilang ekstrem.

Berdasarkan data BMKG, curah hujan pada 31 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020 masuk kategori ekstrem, yakni lebih dari 150 mm per hari. Cakupan daerahnya yang mengalami cuaca ekstrem bahkan hampir menyeluruh di wilayah Jakarta hingga Tangerang, Bogor, dan Bekasi.

Kondisi curah hujan di Jakarta 1 Januari 2020. Foto: Dok. BMKG

Tanda wilayah yang diguyur hujan lebat ditandai dengan warna pink. Curah hujan tertinggi ada di kawasan Halim, yakni mencapai 337 mm per hari.

Butuh waktu seminggu lebih untuk memastikan semua wilayah di Jakarta bebas dari banjir setelah diguyur hujan lebat kala itu.

Kondisi curah hujan di Jakarta 23 Februari 2020. Foto: Dok. BMKG

Sementara, untuk 23 Februari 2020 kondisi curah hujan tak separah saat 1 Januari 2020. BMKG mencatat hanya 5 wilayah yang diguyur hujan ekstrem, yakni Pintu Air Pulo Gadung, Manggarai, Arg Kelapa Gading, Pulomas, dan Setiabudi.

Kemudian, wilayah yang masuk kategori hujan sangat lebat melanda Kemayoran, Waduk Melati, Sunter Timur I Kodamar, Karet, dan Cideng. Hujan deras juga menyebabkan daerah ring I seperti Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Medan Merdeka, dan pusat bisnis Jalan HR Rasuna Said sempat kebanjiran.

Sejumlah anak melintasi banjir di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/2). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Kabag Humas BMKG Taufan Maulana mengatakan, curah hujan memang menjadi salah satu faktor apakah wilayah itu terendam banjir atau tidak. Tapi, yang tak kalah penting kondisi lingkungan juga harus diperhatikan.

"Tergantung kondisi sekitarnya, kalau memang tidak baik, sangat berpotensi untuk mengalami banjir atau genangan. Di Bogor misal, cenderung tidak banjir dengan intensitas yang seperti itu. Artinya kondisi lingkungan sangat mempengaruhi," kata Taufan saat dihubungi kumparan, Senin (24/2).

Kondisi banjir di belakang gedung SMP 8 Jakarta, Menteng. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Taufan mengatakan, Februari memang masih masuk masa puncak curah hujan di Jakarta dan sekitarnya. Hal ini sudah disampaikan BMKG kepada masyarakat sejak awal Januari.

"BMKG telah memprediksi bahwa Bulan Februari ini masih merupakan puncak musim hujan dan cuaca ekstrim masih akan terjadi sampai dengan bulan Maret 2020. Oleh karena itu, masyarakat dan semua pihak dihimbau agar dapat menyesuaikan aktivitasnya dengan selalu memonitor info cuaca dan Peringatan Dini BMKG," ucap dia.

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, pada 2 Januari 2020 ada 390 RW dar 2.734 RW di Jakarta yang terendam banjir. Kemudian, angkanya menurun drastis pada 5 Januari 2020, yakni tinggal 3 RW yang terendam banjir.

kumparan post embed

Kemudian, data dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada 1 Januari 2020 ada 136 titik yang tergenang. Dan pada 4 Januari 2020 sudah tidak ada lagi jalan yang tergenang.

Untuk dampak banjir Februari, ada tanggal 24 Februari 2020 tersisa 35 RW yang masih terendam banjir hingga 1 meter.

Berikut daftar lengkap 35 RW yang masih terendam banjir:

Jakarta Timur

Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung Timur

RW 12: Tinggi air 50 cm.

RW 06/RT 02: Tinggi air 80-100 cm.

Kelurahan Rawa Terate

RW 05/RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10: Tinggi air 100 cm.

Kelurahan Kayu Putih

RW 09/RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 11, 12. Tinggi air 10-60 cm.

RW 10/RT 02, 03: Tinggi air 30-40 cm.

RW 11/RT 03, 04, 05, 01, 02, 06: Tinggi air 30-60 cm.

RW 13: Tinggi air 60 cm.

RW 15/RT 01, 02, 03, 04, 05: Tinggi air 60 cm.

RW 16/RT 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10: Tinggi air 60 cm.

Jakarta Utara

Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing

RW 01/RT 03: Tinggi air 30-40 cm.

RW 02: Tinggi air 30-40 cm.

RW 03: Tinggi air 30-40 cm.

RW 04/RT 03, 04, 13: Tinggi air 5-40 cm.

RW 05/RT 03: Tinggi air 60 cm.

RW 06/RT 03: Tinggi air 5-10 cm.

Kelurahan Sukapura

RW 07/RT 03: Tinggi air 30-50 cm.

RW 10/RT 07: Tinggi air 50 cm.

Kelurahan Cilincing

RW 09/RT 01, 06: Tinggi air 10-25 cm.

Kelurahan Semper Barat

RW 02/RT 01: Tinggi air 20 cm.

Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading

RW 02: Tinggi air 10-20 cm.

RW 03: Tinggi air 10-20 cm.

RW 06: Tinggi air 10-25 cm.

RW 11: Tinggi air 10-25 cm.

RW 12: Tinggi air 10-25 cm.

Kelurahan Kelapa Gading Timur

RW 15: Tinggi air 5-10 cm.

RW 16: Tinggi air 5-10 cm.

Kelurahan Pegangsaan Dua

RW 02: Tinggi air 20-30 cm.

RW 03: Tinggi air 50-60 cm.

RW 04: Tinggi air 5-10 cm.

RW 08: Tinggi air 20-30 cm.

RW 09: Tinggi air 20-30 cm.

RW 10: Tinggi air 20-30 cm.

RW 11: Tinggi air 20-30 cm.

RW 19: Tinggi air 20-30 cm.