Membandingkan Peraturan Naik Commuter Line di Berbagai Negara

Commuter line, seperti transportasi publik lainnya, merupakan tempat umum di mana penggunanya diwajibkan menjaga ketertiban.
Di Indonesia, pengguna transportasi umum dilarang membawa makanan berbau, barang yang terlalu besar, hingga binatang peliharaan. Namun, penumpang diizinkan untuk menyalakan nada dering telepon genggam hingga berbicara di dalam gerbong.

Tiap negara pastinya punya peraturan berbeda terkait tata tertib menggunakan kereta commuter line. Berikut kumparan merangkum dari berbagai sumber untuk mengetahui apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menjadi pengguna commuter line di negeri orang.
Boleh Dilakukan
1. Jika suatu saat kamu menjadi penumpang commuter line di New York, Amerika Serikat, maka kamu bisa menjumpai penceramah kereta, yang disebut MARTA Rail Preacher. Mereka adalah orang-orang yang mencoba menyebarkan ajaran agamanya, atau aktivis yang meyakinkan orang untuk peduli terhadap binatang.
2. Di New York, kamu juga bisa menjumpai berbagai atraksi yang dilakukan di dalam maupun di luar commuter line. Jadi, jangan kaget bila suatu saat kamu menjumpai seseorang menari di tiang gerbong.

3. Pengguna commuter line di Korea Selatan diizinkan untuk mendorong orang yang ingin masuk atau keluar gerbong kereta. Bila kamu sedang berlibur ke Korea dan mengalaminya, tenang saja, karena kamu juga dapat melakukan hal yang sama, asalkan masih dalam batas wajar.
Tidak Boleh Dilakukan
1 Di Jepang, penumpang commuter line dilarang menggunakan telepon genggam. Ketika menginjakkan kaki ke dalam gerbong, penumpang akan melihat peringatan untuk mengubah telepon ke mode sopan, atau mematikan nada dering.
Menurut laman perusahaan kereta Jepang, Keio, telepon genggam dapat mengganggu penumpang lain yang terburu-buru. Selain itu, menerima panggilan juga dianggap tidak sopan. Namun, penumpang diperkenankan untuk mengirim pesan atau berselancar di internet asalkan tanpa suara.
2. Masih dari Negeri Sakura, penumpang dianjurkan untuk menjaga keheningan dalam kereta dengan tidak berbicara terlalu keras. Selain itu, gunakanlah headset bila ingin mendengarkan musik di dalam commuter line.
3. Tidak hanya itu, penumpang di Jepang juga dilarang untuk mengerubungi pintu gerbong ketika kereta datang. Terdapat garis dan tanda di peron stasiun yang menunjukkan di mana pintu gerbong akan berhenti dan berbaris dua per dua orang sambil menunggu.

4. Penumpang commuter line di Filipina tidak diperkenankan untuk mengajak anak di bawah umur pada saat jam sibuk. Kereta pada saat jam sibuk tergolong tidak aman bagi si kecil. Anak juga dengan mudah terkena virus dari gerbong kereta yang kotor.
5. Di New York, Amerika Serikat, laki-laki dilarang membuka kakinya terlalu lebar. Bahkan petugas kereta menempelkan lembaran pengumuman berbunyi ‘Dude, stop the spread please’ atau “Bro, tolong tutup kakimu”. Ketika laki-laki membuka kakinya lebar-lebar, secara tidak langsung ia mengambil dua kursi sekaligus. Hal ini dianggap tidak sopan, bahkan menjijikkan.
Itu dia beberapa perbedaan peraturan di Indonesia dengan negara lain.
Artikel ini dibuat berdasarkan rekomendasi dari KRLMania. Jika kamu punya keluhan lain soal commuter line, silakan tulis di kumparan (kumparan.com) dengan memasukkan topik Cerita KRL. Jika kamu punya cerita unik di commuter line, sila tulis di kumparan (kumparan.com) dengan memasukkan topik Cerita KRL.
