Membandingkan Pertemuan Ahok-Raja Salman dan Ali Sadikin-Raja Faisal

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Raja Faisal dan Ali Sadikin (Foto: Arsip Nasional RI)
zoom-in-whitePerbesar
Raja Faisal dan Ali Sadikin (Foto: Arsip Nasional RI)

Kehadiran Raja Salman bin Abdulaziz disambut oleh seluruh masyarakat dari berbagai lini, mulai dari warga sekitar hingga pejabat publik. Riuh rendah sambutan sudah mulai terasa dari saat Raja Salman mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma.

Terlihat beberapa pejabat strategis yang berada dalam barisan penyambut Raja Salman. Salah satunya adalah gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, yang akrab dengan panggilan Ahok.

Dalam upacara penyambutan saat Raja Salman turun dari pesawat, terlihat Ahok berada dalam barisan bersama dengan sejumlah menteri seperti Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.Raja Salman menyalami Ahok setelah diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ahok bersalaman dengan Raja Salman (Foto: Instagram @basukibtp)
zoom-in-whitePerbesar
Ahok bersalaman dengan Raja Salman (Foto: Instagram @basukibtp)

Ahok yang berpeci itu terlihat tersenyum saat bersalaman dengan Raja Salman. Tak ada obrolan khusus selain saling menyapa antara keduanya.

Kilas balik pada kunjungan Raja Arab Saudi Faisal bin Abdulaziz pada tahun 1970, hal yang sama pun terjadi. Dari video dokumentasi Arsip Nasional yang dipublikasikan di akun YouTube Fahri Hamzah, terlihat bagaimana suasana kala itu Raja Faisal disambut oleh presiden Soeharto.

Kunjungan Raja Faisal itu pun memiliki agenda yang serupa: sambutan oleh para menteri, audiensi dengan pejabat eksekutif dan pemuka agama, dan kunjungan ke masjid besar di Jakarta untuk berkunjung dan beribadah.

Namun, ada satu agenda penting yang menjadi ‘pembeda’ antara kunjungan Raja Faisal dan Raja Salman. Raja Faisal, secara khusus, bertemu dengan Ali Sadikin yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu. Pertemuan itu juga dihadiri oleh sekretaris negara Haji Alamsyah, para menteri kabinet pembangunan, dan pemuka agama yang bertempat di Wisma Negara.

Pertemuan ini diadakan pada hari kedua kedatangan Raja Faisal, dan menjadi momen kunjungan kehormatan untuk silaturahmi dengan Sang Raja.

Dalam kunjungan kehormatan tersebut, Ali Sadikin secara khusus memberikan sambutan penghormatan dengan menyerahkan lambang kota sebagai kenang-kenangan. Selain itu, Ali Sadikin juga memberikan lambang kunci kota Jakarta Raya sebagai lambang kehormatan bagi tamu negara. Tak lupa, ia meminta Raja Faisal mengisi buku tamu.

Suasana unjungan kehormatan dan prosesi penyerahan souvenir terekam dalam video dokumentasi Arsip Nasional RI yang bisa dilihat pada menit ke 3:01 hingga 3:50.

video youtube embed

Pertemuan kehormatan yang dilakukan oleh Raja dengan para pejabat menjadi simbol hubungan kerja sama yang erat antar dua negara. Walaupun dengan gaya yang berbeda, jabatan tangan Ahok dan Raja Salman dengan kunjungan kehormatan khusus Ali Sadikin dengan Raja Faisal tetaplah mengisyaratkan satu makna yang sama: hubungan erat dan hangat yang berkelanjutan antar dua negara.