Membandingkan Syarat Tinggi Tentara di Asia Tenggara, Mana yang Paling Pendek?
ยทwaktu baca 2 menit

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengubah syarat tinggi badan dan usia bagi para calon taruna dan taruni pada Tahun Angkatan 2022. Kini, syarat tinggi badan minimal bagi taruna adalah 160 cm dari yang sebelumnya 163 cm.
Perubahan itu juga belaku bagi taruni. Dari yang sebelumnya 157, kini berubah menjadi 155 cm. Namun, perubahan syarat ini hanya untuk taruna Akademi Militer untuk TNI AD.
Lalu, bagaimana dengan persyaratan minimal tinggi badan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya? Mengingat fisik orang-orang di negara tetangga tidak jauh berbeda dengan orang Indonesia. Mari kita lihat datanya.
Berdasarkan penelusuran kumparan, negara di Asia Tenggara yang menerapkan syarat tinggi badan paling pendek adalah Filipina. Negara yang terkenal dengan hasil pertanian padi tersebut menetapkan syarat minimal tinggi badan 152 cm untuk laki-laki.
Untuk perempuan, negara yang menetapkan syarat terendah yakni Thailand dan Kamboja dengan 150 cm. Data ini diperoleh dengan memeriksa situs militer masing-masing negara.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 9 data
Negara | Laki-laki | Perempuan |
|---|---|---|
Vietnam | 163 cm | 154 cm |
Malaysia | 162 cm | 157 cm |
Indonesia | 160 cm | 155 cm |
Kamboja | 160 cm | 150 cm |
Singapura | 158 cm | 158 cm |
Myanmar | 157 cm | 157 cm |
Thailand | 155 cm | 150 cm |
Brunei | 155 cm | 155 cm |
Filipina | 152 cm | 152 cm |
Lalu yang menerapkan syarat tertinggi yakni Vietnam, dengan 163 cm untuk laki-laki. Serta untuk perempuan, Singapura yang tertinggi dengan syarat minimal 158 cm.
Jika kita lihat dari data tinggi rata-rata orang di negara-negara Asia Tenggara pada 2019, berdasarkan laporan NCD Risc Factor Collaboration, Singapuralah yang paling tinggi.
Untuk yang nilai rata-rata tinggi badannya terendah ada di Filipina, yakni 165,2 untuk laki-laki, serta 154,1 cm untuk perempuan.
