News
·
18 November 2019 6:56

Memburu Pelaku Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Memburu Pelaku Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya (116269)
Wajah pelaku pelemparan sperma di Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa
Polisi masih memburu pelaku pelemparan sperma yang membuat resah warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Meski begitu, polisi sudah mengetahui identitas pelaku.
ADVERTISEMENT
"Sudah-sudah, identitas sudah ketahuan. Tapi berdasarkan informasi masyarakat dan warga sekitar, pelaku memang memiliki 'gangguan' itu, nanti akan kita koordinasikan dengan pemuka dan tokoh agama setempat," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, saat dihubungi.
Seluruh korban pelecehan seksual ini adalah perempuan. Pelaku menghampiri korbannya di pinggir jalan lalu melemparkan sperma dengan cepat.
Memburu Pelaku Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya (116270)
Wajah pelaku pelemparan sperma di Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa
Salah seorang korban mengaku peristiwa itu terjadi saat ia tengah menunggu ojek di Jalan Letjen Mashudi, Kota Tasikmalaya, Rabu (13/11) sekitar pukul 14.45 WIB.
"Pada saat itu saya sedang di pinggir jalan menunggu ojek online tiba-tiba ada seorang laki-laki melemparkan sperma ke saya, untung enggak kena," kata dia.
Menurutnya, sebelum melempar sperma, pelaku sempat melontarkan kata-kata kasar.
Memburu Pelaku Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya (116271)
Pelaku pelemparan sperma di Tasikmalaya. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
"Tiba-tiba pelaku memasukkan tangannya ke celananya dan kemudian diduga melakukan onani, kemudian melemparkan spermanya ke arah saya sambil melaju naik sepeda motornya," ucapnya.
Dengan cepat, korban berinisiatif untuk memfoto pelaku. Berbekal dari foto itu, korban melaporkan pelaku ke Polres Tasikmalaya.
"Takut keluar saya, trauma, mudah-mudah cepat tertangkap pelakunya biar enggak ada korban lain," tutupnya.
Berdasarkan foto yang diterima kumparan, pelaku mengendarai sepeda motor matik berwarna hitam dengan nopol Z 5013 LB. Pelaku juga menggunakan jaket kulit berwarna cokelat dan helm hitam.
"Diduga pelaku sering bertingkah, untuk sementara akan dikoordinasikan dengan warga yang ada di lingkungan pelaku. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak perangkat desa yang ada di lingkungan pelaku," pungkas Truno.
ADVERTISEMENT