Memotret Gerhana Matahari Cincin

Gerhana matahari cincin atau parsial melintasi 26 kota di Indonesia, pada Kamis (26/12).
Sejumlah masyarakat berbondong-bondong menyaksikan proses gerhana tersebut. Tidak hanya masyarakat, para fotografer juga ikut mengabadikan momen langka tersebut menggunakan peralatan memotretnya.
Bagi fotografer memotret gerhana matahari idealnya menggunakan lensa tele 600 mm untuk kamera full-frame.
Kamera juga perlu dilengkapi dengan filter. Fotografer bisa menggunakan kaca film dengan ketebalan 80 persen. Namun jika tidak ada, sebagai alternatif fotografer bisa menggunakan lembar film bekas rontgen.
Saat memotret, secara teknis kamera tidak boleh melulu menghadap ke arah matahari. Hal ini bisa menyebabkan terbakarnya area rana dalam kamera atau rusaknya sensor di kamera mirrorless.
Fotografer juga tidak disarankan untuk melihat langsung menggunakan viewfinder, tetapi disarankan melihat melalui layar lcd kamera.
Dalam memotret, komposisi yang digunakan tidak melulu gambar gerhana matahari seutuhnya. Fotografer bisa mengkreasikan hasil foto dengan mencari foreground atau latar depan yang menarik.
