Memperingati 37 Tahun Wafatnya Bung Hatta

14 Maret 2017 15:10 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:18 WIB
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Menabur bunga di makan Bung Hatta. (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Menabur bunga di makan Bung Hatta. (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)
Tiga orang putri dari tokoh proklamasi Mohammad Hatta, yaitu Meutia, Gemala, dan Halida berziarah ke makam ayah mereka sekaligus menggelar acara pengajian massal dalam rangka memperingati 37 tahun wafatnya wakil presiden RI pertama itu di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3).
ADVERTISEMENT
Lahir di Kota Bukittinggi pada tahun 1902, Hatta wafat pada 14 Maret 1980. Putri sulung beliau, Meutia Hatta, mengatakan peringatan tersebut merupakan acara rutin tahunan yang selalu dihadiri oleh sejumlah tokoh besar.
"Kami selalu mengadakan tahlilan untuk memperingati Bung Hatta. Tahun ini dihadiri oleh Mantan Ketua BIN Hendropriyono. Dulu pernah SBY dan Jusuf Kalla dan Anies Baswedan pernah datang. Megawati juga pernah datang tahun 2009," ujar Meutia Hatta di TPU Tanah Kusir, Selasa (14/3).
Pada hari-hari peringatan tertentu seperti hari kelahiran TNI atau Hari Koperasi, kata Meutia, makam Bung Hatta juga ramai dikunjungi para penziarah.
"Selalu ada instansi lembaga kenegaraan yang ingin berziarah ke sini," kata Meutia.
ADVERTISEMENT
Mantan ketua BIN A.M. Hendropriyono yang hadir dalam acara tersebut mengenang sosok Hatta sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan yang juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
"Generasi penerus bangsa Indonesia harus mengerti siapa sebetulnya Bung Hatta, dan tidak hanya sekedar tahu," ujar Hendro.
Hendropriyono di tahlilan 37 Haul Bung Hatta. (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Hendropriyono di tahlilan 37 Haul Bung Hatta. (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)
Prinsip ekonomi kerakyatan yang terlahir dari pemikiran Bung Hatta, kata Hendro, bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara adil. Hendro berharap penerapan sistem tersebut dapat terus berlanjut.
"Kami harapkan berdoa semoga hasil untuk generasi penerus bangsa kita ini bisa melaksanakan ajaran Bung Hatta. Kita sulit untuk terbebas dari liberalisme universal jika kita belum bisa berusaha melakukan apa yang dicita-citakan Bung Hatta," katanya.
Acara yang berlangsung pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB juga mendatangkan Ustad Cholissudin Yusa selaku pemimpin pengajian. Setelah pengajian usai para peziarah makan siang bersama di pendopo pemakaman.
ADVERTISEMENT
Peringatan wafatnya Bung Hatta di TPU Tanah Kusir. (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peringatan wafatnya Bung Hatta di TPU Tanah Kusir. (Foto: Mustaqim Amna/kumparan)